Khamid : Akreditasi Madrasah Adalah Hak Publik

Kebumen – Akreditasi madrasah adalah hak public, demikian disampaikan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Khamid saat memberikan sambutan pada pembukaan Akreditasi luring (visitasi langsung) di MIN 1 Kebumen Senin (13/09). Turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Suwaibatul Aslamiyah, Kepala MIN 1 Kebumen Widiastuti beserta para Guru/Pegawai dan tim Assesor Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Tengah Sri Kuncoro dan Akhmad Sukri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Kasi Penmad Hj. Suwaibatul Aslamiyah, bahwa pada bulan September 2021 ini ada 11 madrasah di Kebumen yang diakreditasi oleh BAN S/M Provinsi Jawa Tengah. Enam (6) madrasah diakreditasi secara daring dan lima (5) madrasah lainnya diakreditasi secara luring. Dan untuk MIN 1 Kebumen mendapat jadwal Akreditasi secara luring (visitasi langsung) dengan tetap mengedepankan protocol kesehatan.

Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Khamid dalam sambutannya mengatakan, akreditasi madrasah adalah hak publik/masyarakat. “Masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui status madrasah, karena merekalah sebetulnya assessor yang paling objektif yang akan menilai kualitas madrasah kita,” ujar H. Khamid.

Menurutnya madrasah adalah lembaga pendidikan yang lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Maka lanjut Khamid, akreditasi bukan hanya persoalan mengumpulkan dokumen persyaratan administratif, melainkan bagaimana madrasah bisa menerapkannya sehingga mendapat kepercayaan masyarakat.

Sementara itu Widiastuti, Kepala MIN Kebumen menegaskan bahwa pihaknya sudah sangat siap untuk diakreditasi. “Karena sebetulnya dokumen yang kami berikan adalah dokumen yang memang sudah ada dan biasa kami laksanakan. Kami sudah terbiasa melaksankan kegiatan sebagaimana dokumen yang kami sajikan,” tegasnya

Widiastuti melanjutkan, pada penilaian akreditasi sebelumnya MIN 1 Kebumen memperoleh nilai 95 dengan kategori sangat baik (A). Dan saat ini peserta didik MIN 1 Kebumen ada sebanyak 660 siswa. “Artinya menurut kami hal tersebut adalah bukti bahwa BAN S/M dan masyarakat percaya akan kualitas dan keunggulan MIN 1 Kebumen.,” pungkasnya.(fz).