Khutbah Nikah Media Efektif Sosialisi GERMAS

Cilacap – Pernikahan hingga saat ini masih menjadi momen paling sakral bagi setiap pasangan yang menjalaninya. Sehingga segala sesuatu yang dialami saat itu akan selalu diingat. Keadaan tersebut disikapi secara bijak oleh Kementerian Agama untuk mendukung suksesnya program pemerintah termasuk Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS).

Salah satu prosesi menjelang akad nikah adalah khutbah nikah. Acara ini biasa dilaksanakan beberapa menit menjelang akad nikah. Tujuannya adalah untuk membekali pengantin agar kehidupan keluarganya menjadi sakinah, mawaddah dan warahmah. Memberikan khutbah nikah merupakan salah satu tugas penghulu selain mencatat peristiwa nikah.

Agar lebih mengena, maka khutbah nikah dikemas menggunakan ragam bahasa sesuai kearifan lokal. Sehingga pesan yang disampaikan dapat dimengerti dengan baik oleh calon mempelai. Materi utama yang disampaikan pesan moral tentang keutamaan kehidupan berkeluarga.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jamun, menyambut baik dan mengapresiasi  rencana Kemenkes akan menggelar workshop kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.  Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai penguat program Bimbingan Perkawinan (Binwin) di Kemenag. Ajaran agama Islam sangat lengkap membahas kesehatan menyangkut segala aspek kehidupan. Terkait kesehatan reproduksi, Islam bahkan menjelaskan secara rinci hingga pengaruhnya terhadap kualitas keturunannya.

“Saya mengapresiasi langkah Kemenkes atas kerja samanya. Untuk itu, kami akan berusaha seoptimal mungkin menghimbau para penghulu agar memasukkan materi kesehatan reproduksi dalam khutbah nikah. Sementara ini, pesan kesehatan hanya diberikan pada saat Binwin atau Suscatin. Namun akan lebih mengena dan efektif menegaskan kembali pada khutbah nikah. Sehingga pesan kesehatan akan terus teringat dan dapat meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Saya yakin langkah ini sangat efektif,”Ucapnya.

Dicontohkan di Kabupaten Cilacap dengan jumlah rata-rata pernikahan mencapai di atas angka 21 ribu per tahun. Data tersebut berarti terdapat 21 ribu keluarga yang akan hidup dengan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Sehingga peran Kementerian Agama menjadi sangat strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dalam hal ini program GERMAS menjadi semakin jelas keberhasilannya.(On/BD)