Kinerja Kemenag Jateng Peringkat Dua Nasional

Semarang (Hindu)Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani menganggap jurnalistik mempunyai peran yang sangat penting maka peran kontributor berita dari daerah sangat strategis untuk meningkatkan kontribusi pemberitaan kegiatan Kementerian Agama. Hal tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada kegiatan Workshop Jurnalistik Kehumasan yang diselenggarakan oleh Sub Bagian Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di Hotel Grasia Semarang, Kamis (02/03) .

“Meningkatkan kompetensi kontributor berita melalui Workshop Jurnalistik sangat tepat karena jurnalistik sangat penting dan strategis dalam menampilkan kinerja organisasi kementerian agama,” ujar Farhani.

Pada tahun 2016 prestasi sebagai kontributor berita Jawa Tengah kurang baik dibandingkan provinsi lain dengan menempati urutan 28 dari 33 provinsi se Indonesia. Kondisi seperti itu seharusnya tidak terjadi mengingat Sumber Daya Manusia di Jawa Tengah tidak kalah dibandingkan di provinsi lain.

Seperti yang disampaikan Farhani “Kita itu SDM lebih baik daripada provinsi di luar Jawa kenapa kontribusi berita lebih rendah, kalua mereka bisa kenapa kita tidak bisa”.

Pemenuhan kuota kontribusi berita setiap daerah yang setiap minggunya paling tidak 3 berita bisa dijadikan salah satu dasar penilaian kinerja Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten dan Kota.

Tugas kementerian agama adalah pemahaman keagamaan, kerukunan, tata kelola pemerintahan adalah tugas mulia oleh karena itu dengan diberikan anggaran sebesar 60,2 T dengan menduduki peringkat ke empat terbesar di seluruh Kementerian dan Lembaga Negara maka kementerian agama mempunyai tugas yang berat.

“Dahulu kementerian agama masih dipandang sinis oleh masyarakat, tapi sekarang tidak lagi. Semua disebabkan capaian-capaian positif dalam kinerjanya sehingga tahun 2016 menyandang predikat terbaik kedua dari seluruh kementerian dan lembaga negara,” ujar Farhani.

Farhani menambahkan bahwa Indek kepuasan layanan haji meningkat sangat signifikan menjadi 83,83 sebagai bukti meningkatnya kinerja pelayanan kepada masyarakat . Sekarang adalah era global dan era digital maka banyak efek dari era tersebut yang menimbulkan banyak masalah dan persoalan. Berkembangnya berita-berita yang salah yang diterima masyarakat sekarang ini sangat memprihatinkan sehingga perlu upaya meluruskan berita menjadi benar.

“Sekarang banyak berita yang tidak benar sebagai efek dari globalisasi dan era digital oleh karena itu harus ada upaya memperbaiki dengan cara membentuk tim kreatif yang bertugas untuk meluruskan berita yang tidak sesuai dengan kenyataanya,” ujar Farhani.

Terakhir yang disampaikan oleh Farhani penilaian capaian reformasi birokrasi pada organisasi kementerian agama naik maka berakibat baik dengan tunjangan kinerja para ASN juga akan naik. (jks/gt).