Kirab Satu Negeri (KSN) Satukan Perkokoh Nasionalisme

Kab.Pekalongan – Kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus senantiasa dijaga dan dirawat dengan cara-cara yang baik dan konsisten. Ini, dinyatakan  Bupati Pekalongan H. Asib Kholbihi saat memberikan amanat dalam apel pelepasan kirab rombongan Merah Putih Kirab Satu Negeri (KSN) di halaman Pendopo Kabupaten Pekalongan hari ini (8/10).

Bupati menegaskan, KSN merupakan bagian dari ikhtiar generasi muda NU dalam menyatukan tekad mempersatukan ikatan-ikatan ke-Indonesiaan yang kurang kuat. Dia berharap tidak ada pihak mana pun yang berani mencoba merong-rong, mengoyak dan mencabik-cabik sendi-sendi penting persatuan bangsa Indonesia. Bilamana ada pihak yang ingin merusak dan mencabik-cabik kedamaian dan kesatuan NKRI, mari kita berdo’a bersama memohonan pertolongan dan kekuatan untuk menghalaunya dan menghancurkannya, “tegasnya.

Menurut Kepala Kankemenag Kab.Pekalongan H.Kasiman Mahmud Desky, saat diwawancarai penulis berita website Kemenag megatakan, Kirab Satu Negeri (KSN) merupakan program kegiatan yang diadakan oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor dalam memperokokoh nasionalisme yang dirasa mulai terkikis adanya paham-paham yang disinyalir hendak menggantikan Pancasila dan sistem kenegaraan.”tuturnya.

Pasukan pembawa pataka Merah Putih telah memasuki Kabupaten Pekalongan  yang selanjutnya akan menuju Kabupaten Pemalang Jawa Tegah. Mereka merupakan pasukan Banser yang bertugas melaksanakan kirab Merah Putih Kirab Satu Negeri (KSN). Rombongan tiba di Kab. Pekalongan dan melaksanakan serah terima dengan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Pemalang. Selanjutnya kirab dilanjutkan oleh Banser Pemalang dan pada akhirnya akan berkumpul di Cirebon.

Pembagian zona KSN, “rombongan pembawa Pataka merah putih dibagi 3 zona,”Merauke yang barusan kita serah-terima ini, kedua zona Rote melalui Rembang, dan selanjutnya dari zona Sabang diterima melalui Cirebon,”

Pimpinan rombongan, mengungkapkan kebangkitan spirit dan mental juangnya. Membawa sang Merah Putih melalui berbagai daerah di Jateng, ada resonansinya yang kita rasakan. Dia menerangkan selama membawa petaka Merah Putih pada perspektif sejarah perjuangan, ada perasaan bangkitnya spiritualitas dan perjuangan. Dia menyelesaikan tugas KSN dengan penuh kegembiraan dan semangat, “tentunya kita merasakan senang gembira sudah bisa ada di sini. Ini luar biasa sekali,” singkatnya. (hfrn/rf)