KKG Ibnu Sina, Wadah Profesional Guru MIN Krincing

Magelang – Madrasah Ibtidaiyah merupakan sekolah formal pertama yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar. Untuk mewujudkan tanggung jawab tersebut, peran guru perlu dikembangkan sehingga menjadi guru profesional.

Pengembangan profesional guru merupakan usaha mempersiapkan guru memiliki berbagai wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan memberikan rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas profesional.

Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai salah satu wadah profesional guru (baik guru kelas maupun guru mata pelajaran) merupakan organisasi nonstruktural yang bersifat mandiri yang berasaskan kekeluargaan diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan profesionalisme guru.

Kontributor MIN Krincing Arief Alfaizin, menyampaikan KKG Ibnu Sina MIN Krincing aktif memainkan perannya dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi para guru MIN Krincing dan sekitarnya dalam proses belajar mengajar.

Alfaizin menyampaikan KKG Ibnu Sina saat ini sedang menyelenggarakan kegiatan Penguatan Konsep Materi Ujian Nasional dan Bedah Kisi-Kisi UN SD/MI Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dimulai pada 4 Februari s.d. 1 April 2017 di Aula MIN Krincing.

“Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 guru madrasah ibtidaiyah yang tersebar di Kecamatan Grabag, Secang, dan Tegalrejo sebagai anggota KKG Ibnu Sina,”katanya.

Kepala MIN Krincing sekaligus Ketua KKG Ibnu Sina Tachsin Anwar, menyampaikan bahwa KKG dapat dimanfaatkan para guru sebagai ajang silaturahmi serta menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi setiap hari kepada anak didiknya di sekolah masing-masing.

“Dengan wadah KKG kalau ada persoalan-persoalan semakin cepat terjawab karena langsung bisa berkomunikasi dan berdialog kepada narasumber pada bidangnya,” kata Tachsin.

Sebagai narasumber kegiatan, KKG Ibnu Sina menghadirkan Rahayu Condromurti, pakar Matematika sekaligus dosen pada Jurusan Pendidikan SD/MI di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut Rahayu Condomurti, pendidikan matematika dalam pendidikan secara keseluruhan sangat luas tidak hanya berkaitan tentang hal-hal teknis dan ilmiah saja. Buktinya banyak persoalan dalam kehidupan sehari-hari dapat diuraikan dalam model matematika sehingga penyelesaian lebih cepat dan sederhana.

“Hal ini sesuai dengan tujuan pengajaran matematika di sekolah yang tertuang dalam kurikulum, bahwa matematika melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah dengan cepat dan singkat serta dapat dipertanggungjawabkan,” papar Rahayu.

Lebih lanjut Alfaizin menegaskan KKG dapat memperbaiki hubungan komunikasi antar guru. Tumbuhnya komunikasi memungkinkan para guru tidak terjebak pada fenomena hubungan kerja yang kurang serasi dan berjalan sendiri-sendiri, terjebak ke dalam pola kerja pasif, monoton, sekedar melaksanakan tugas, dan memenuhi persyaratan administrasi. (alf/m45k/Af)