Kepala Kantor Kementeiran Agama Kabupaten Boyolali memberikan sambutan pada Rakor KKM MTs Kabupaten Boyolali

KKM MTs Boyolali Selenggarakan Rakor Kepala Madrasah

Kelompok Kerja Marasah Tsanawiyah (KKM MTs)  Kabupaten Boyolali  menyelenggarakan Rapat Kordinasi Kepala Madrasah Tsanawiyah yang dilaksanakan di Aula MTsN 7 Boyolali pada Rabu (25/08). Hadir dalam rakor kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Boyolali dan 17 Kepala MTsN yang tersebar di seluruh wilayah Kab. Boyolali.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Hanif menyampaikan bahwa ASN Kementerian Agama harus memiliki 3 hal. Pertama loyalitas terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Presiden sebagai kepala pemerintahan yang dalam pelaksanaan tugas di bidang keagamaan dibantu dan dilaksanakan oleh Menteri Agama, pada tingkat provinsi dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah, sedangkan ditingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, berdasarkan jalur vertikal tersebut, Kakanwil memerintahkan jajarannya untuk memastikan jalur loyalitas itu semua berjalan dengan baik.” kata hanif.

Selanjutnya hanif menyampaiakn bahwa ASN harus bisa kerja cepat, tepat, cermat dan akurat dalam rangka melakukan efektifitas pekerjaan. Efektifitas pekerjaan perlu dilakukan agar layanan yang diberikan kementerian agama kepada masyarakat dapat berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

“Kedua Kerja cepat, tepat, cermat dan akurat. Kecepatan dalam kinerja, kecepatan dan ketepatan dalam bekerja. Kuncinya dengan memahami medan, memahami dan menguasai dengan baik apa yang menjadi tugas-tugas kita kemudian didukung dengan ketersediaan data yang baik, data yang akurat data yang tepat waktu dapat menjadikan pekerjaan bisa kita laksanakan dengan cepat. Dan yang ketiga adalah ASN pada Kementerian Agama harus memiliki pemahaman tentang Moderasi Beragama, “ terangnya

Lebih spesifik,  hanif juga menyampaikan Pendidikan pada Madrasah harus dikelola dengan profesional, menjalin hubungan dan layanan yang baik dengan masyarakat sehingga terwujud dan tercipta rasa kepemilikan masyarakat terhadap madrasah.

“Tingkatkan pengelolaan madrasah dengan baik dan professional serta rangkul masyarakat dengan menjalin hubungan yang baik dan intensif, sehingga masyarakat merasa handarbeni atau merasa memiliki terhadap madrasah,” ujarnya.

Madrasah diharapkan menjadi Lembaga Pendidikan yang dibutuhkan masyarakat karena alumni madrasah dianggap mampu menghadapi tantangan zaman, ujar hanif menutup sambutannya. (Zoelva/Jaim/rf)