Kloter 36, dalam Perjalanan Pulang 1 Wafat di Pesawat dan 1 Wafat di Ambulan

Boyolali – Ada yang berbeda dengan kedatangan pesawat GA 6610 di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, pasalnya sesaat setelah mendarat langsung disambut dengan mobil ambulan yang merapat ke tangga pesawat, disusul beberapa satuan petugas (satgas) naik menuju pesawat dengan membawa satu kantong jenazah, dan benar beberapa menit kemudian rombongan satgas menuruni tangga dengan membawa kantong berisi jenazah untuk selanjutnya dibawa menuju Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Menurut Informasi dari petugas kloter, ada seorang jemaah haji yang wafat di dalam kabin pesawat saat perjalanan menuju Tanah Air, jemaah yang wafat bernama AKHMAD MARJI AMAD RUSDI laki-laki berusia 79 tahun dengan nomor porsi 1100338492 beralamat di Blengor Wetan Rt. 06 Rw. 03 Ambal Kabupaten Kebumen, adapun penyebab wafatnya dikarenakan gagal nafas ((respiratory diseases).

Setibanya di Asrama Haji Donohudan jenazah dilakukan pengecekan dan setelah proses administrasi selesai melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo dilakukan proses penyerahan kepada petugas daerah. Jenazah diserahkan oleh Wakil Sekretaris 2 Ahmadi kepada Petugas Daerah Kabupaten Kebumen, Minggu (02/10).

Wafat dari Bandara Menuju RSD. Moewardi.

Sementara itu, menurut dokter kloter 36 dr. Nita Aryani Safitri menyebutkan bahwa YASMIJATUN KARTO WIKROMO perempuan berusia 66 tahun dengan nomor porsi 1100313624 yang beralamat di Jeruk Agung RT. 03 RW. 01 Klirong Kabupaten Kebumen juga dinyatakan wafat dalam perjalanan dari Bandara Adi Soemarmo menuju RSD. Moewardi.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, namun Allah berkehendak lain, almarhumah Yasmijatun menghembuskan nafas terakhir di dalam ambulan saat perjalanan dari bandara menuju rumah sakit,” ucap Nita yang ikut mendampingi dalam ambulan dari bandara menuju RSD. Moewardi.

Ditambahkan, sejak dalam perjalanan di pesawat almarhumah memang dalam pengawasan kami (TKHI), almarhumah mendapat bantuan oksigen untuk pernapasan serta infus, namun kira-kira 2 jam sebelum pendaratan kondisi alamarhumah menurun.

“Almarhumah memiliki catatan kesehatan berupa penyakit paru obstruktif kronis, sekalipun sempat dirawat di KKHI karena riwayat penyakitnya namun setelah beberapa waktu dirawat akhirnya mendapat rekomendasi layak terbang, dalam perjalanan kami dampingi terus perkembangan kesehatannya dan mendapatkan bantuan berupa oksigen serta infus. Namun 2 jam sebelum mendarat kami dapati kondisi almarhumah menurun, dan setelah upaya tindakan yang kami lakukan akhirnya almarhumah wafat yang disebabkan oleh gagal nafas (respiratory diseases),” tambahnya.

Kloter 36 dari Kabupaten Kebumen pada saat berangkat berjumlah 360, ada mutasi masuk 2 jemaah karena bergabung dengan kloter asalnya, kemudian mutasi keluar 2 jemaah dari klaten yang kembali ke kloter asalnya, serta 2 jemaah wafat di Arab Saudi sehingga pada saat kedatangan berjumlah 358. Dalam perjalanan 2 jemaah dinyatakan wafat 1 di pesawat dan 1 dalam perjalanan dari bandara menuju rumah sakit.

Hingga sampai dengan kedatangan kloter 36 sebanyak 12, 887 jemaah tiba di Tanah Air (Debarkasi Solo), 12 jemaah masih tertinggal di Arab Saudi karena sakit dan pendamping, 3 jemaah pulang tapi tidak kembali ke Indonesia, 40 jemaah wafat di Arab Saudi, 1 wafat di pesawat menuju Tanah Air dan 1 wafat di Tanah Air serta 4 jemaah masih dirawat di RSD. Moewardi. (gt/gt)