Kolaborasi IAIN Kudus dan Kemenag Sosialisasikan SPAN SPAN-UM PTKIN 2019

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara bersama STAIN Kudus menggelar Sosialisasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2019 di Aula 2 Kemenag Jepara, Kamis (07/02).

Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua IAIN Kudus, Dr. Supa’at, M.Pd, Kepala Kantor, beserta Kasi dan Penyelenggara Kementerian Agama Kabupaten Jepara, serta perwakilan dari Kepala Madrasah Aliyah se-kabupaten Jepara.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, menyambut dengan gembira dengan adanya sosialisasi ini. Karena dengan adanya kegiatan ini para kepala madrasah bisa lebih mengenal perguruan tinggi negeri di wilayah sekitar kabupaten Jepara. “kami sangat bahagia dan senang hati bisa disini mengikuti kegiatan ini. Akan besar menfaatnya apabila kita bisa ;ebih mengenal perguruan tinggi Islam negeri yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kita menyia-yiakannya” ujar Nor Rosyid.

Nor Rosyid juga tak berharap agar para kepala madrasah bisa memberi motivasi kepada anak didiknya supaya lebih bersemangat dalam melanjutkan pendidikannya khususnya dalam pendidikan agamanya.

Sementara itu, Wakil Ketua IAIN Kudus, Dr. Supa’at, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah sudah pemerintah sudah memberi perhatian yang lebih kepada pendidikan keagamaan khususnya agama Islam. “Pemerintah telah memberi perhatian yang besar terhadap pendidikan agama Islam di tingkat perguruan tinggi. Keberpihakan pemerintah sudah bagus, dibuktikan dengan adanya 58 perguruan tinggi Islam yang telah dibangun hingga saat ini,” ujar Supa’at.

Supa’at menghimbau kepada para kepala madrasah supaya memberi perhatian yang lebih kepada murid yang akan lulus dan akan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. “Kami harap para kepala madrasah aliyah bisa menyakinkan kembali kepada anak didiknya supaya betul-betul yakin dengan jurusan yang telah diambil. Jangan sampai justru nantinya putus di tengah jalan dan berpindah jurusan. Karena hal tersebut justru akan menghambat siswa lain yang ingin bergabung persama PTKIN,” tuturnya.

Lebih lanjut, Supa’at, juga menjelaskan bahwa kini dengan adanya system online, siswa bisa mendaftar dimanapun dan melakukan tes di dekat tempat tinggalnya tanpa harus mengikuti tes di perguruan tinggi yang dituju. (fm/Wul)