Komunitas peduli TB-HIV, Aisyiyah latih lintas agama

 Apa kaitannya dengan kementerian Agama, tolong di edit dulu (bd)

===============================================

Aisyiyah selaku lembaga agama sosial kemasyarakatan bekerja sama dengan Dinkes  menggandeng para tokoh lintas agama untuk bersama sama dalam menanggulangi TB – HIV  yang harapanya nanti para tokoh agama turut serta aktif dalam penyebaran luas informasi tentang penyakit TBC dan HIV. Disamping itu juga dengan peran tokoh agama akan ada penurunan angka penderita TB – HIV di Kabupaten Kudus. Terkait dengan hal tersebut Aisyiyah mengadakan” Training Religiose leader dalam program penanggulangan TB – HIV Care Aisyiyah Kudus” diikuti sebanyak 20 tokoh agama pada tanggal 15 s.d 16 Maret 2017  bertempat di Meeting Room Proliman Kudus, dengan menghadirkan nara sumber Alifah Mutmainah dari SR TB Aissyiyah jawa Tengah, Subiyanto dari Dinkes Kabupaten Kudus dan Teguh Santosa dari TB – HIV Care Aisyiyah Kabupaten Kudus. Setelah training selesai para tokoh agama akan mengadakan penyuluhan di komonitasnya masing masing .

Sundari, selaku Kepala Program Community TB – HIV Care Aisyiyah Kab. Kudus saat membuka acara secara resmi mengatakan Aisyiyah telah membentuk sebanyak 48 kader yang tersebar di 9 kecamatan yang bertugas memberikan penyuluhan, menemukan terduga TB dan TB – HIV  dan membawanya ke Puskesmas terdekat.

TB merupakan penyakit yang bisa disembuhkan tetapi mudah menular jadi dibutuhkan keseriusan dalam penanganan. Jadi orang yang terkena TB  harus dipantau karena kegagalan penanganan TB terjadi karena tidak rutin minum obat. Apabila penderita TB selama 2 minggu tidak sembuh dianggap terduga, oleh karena itu harus diperiksa. Setelah dinyatakan terduga TB kemudian diperiksa ada indikasi HIV apa tidak. Ada 5 langkah untuk mencegah TB yaitu : Mengobati pasien hingga sembuh, menutup mulut saat batuk dan bersin, membuang dahak ditempat yang benar, menjaga ventilas udara dan iminisasi BCG pada bayi. Disamping itu perilaku hidup yang sehat dapat mengurangi penularan TB.

Di akhir sambutanya beliau mengharap agar para tokoh agama membantu memberikan penyuluhan tentang TB –HIV di komonitasnya karena tokoh agama adalah dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi masyarakat karena kaitanya di bidang keagamaan sehingga seringkali  dijadikan panutan oleh jamaahnya.(st.zul)