Kontingen Jawa Tengah ramaikan PENTAS PAI tingkat

Bekasi – Kakanwil Provinsi Jawa Tengah menyertai acara Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) ke VII di Asrama Embarkasi Jakarta Bekasi dengan jumlah kontingen 31 peserta putra dan putri SD, SMP, SMA dan SMK dengan 14 cabang yang dilombakan yang di buka oleh Menteri Agama RI tanggal 11 s.d 13 Agustus 2015. Dari peserta yang sudah diseleksi dari tingkat Kecamatan, Kabupaten sampai Provinsi Jawa Tengah yang lolos untuk mengikuti tingkat nasional yaitu cabang MTQ dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK, Pidato SD, SMP, SMA dan SMK, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) SD, SMP, Cerdas Cermat SD dan SMP, Kaligrafi SMP, Debat PAI SMA dan SMK, Nasyid untuk SMA dan SMK, serta Kreasi Busana. Sebagai rangkaian kegiatan pentas PAIS Se-Indonesia sebelum acara pembukaan devile Jawa Tengah melakukan pawai di sekitar arus jalan Embarkasi Haji Jakarta Bekasi.

Pelaksana Kegiatan dari Direktorat Pendidikan Agama Islam dirjen pendis Kemenag RI, Amin Haedari melaporkan bahwa peserta berasal dari 32 provinsi se-Indonesia sebanyak 1,200 peserta dan official. “Kegiatan rutin tahunan ini hendaknya mampu memberikan dorongan kepada siswa agar mampu mengembangkan bakat dan minat sesuai kemampuan dalam membangun peserta didik di SD, SMP, SMA.”

Selanjutnya, Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin menegaskan bahwa “Tugas dan fungsi Kemenag adalah memberikan pembinaan melalui pembelajaran pendidikan Agama Islam di setiap sekolah.”

Kamaruddin menambahkan, “Bagaimana pendidikan agama Islam bisa memberikan kontribusi terhadap pemaknaan islam yang rahmatan lil ‘alamiin agar peserta didik menjadi manusia yang mampu menjalankan ilmu pengetahuan dalam masyarakat dan tetap teguh mempunyai akhlaq yang mulia sebagai bekal hidup.”

Sementara itu Wakil Walikota Bekasi sebagai tuan rumah kegiatan pentas PAIS ini merasa senang dan bangga adanya kegiatan yang dilaksanakan diwilayahnya oleh Kemenag RI, Beliau berharap, “Dengan adanya kegiatan ini maka akan memperkokoh tali persaudaraan antar umat dan lembaga pemerintah. Serta peserta didik, sudah dikenalkan agar menjadi manusia yang baik harus selalu memperkokoh dan menjaga nilai-nilai damai, kasih sayang dan semoga prestasi yang diukir sungguh tul menjadi prestasi yang baik.

Kemudian Menteri Agama dalam pidatonya secara garis besar bahwa tujuan pentas PAIS adalah hendaknya memberi pelajaran kepada peserta didik dengan ilmu agama supaya menjadi anak yang mampu menjaga akhlaqul karimah. Karena kegiatan ini, pada prinsipnya bertujuan memberikan pelajaran tambahan melalui ekstra kurikuler bagi siswa secara efektif dapat sebagai alat ukur dari hasil serapan peserta didik tentang pembelajaran PAI di Sekolah.

Dengan kondisi siswa SD, SMP, SMA dan SMK se Indonesia berjumlah 47 Juta siswa ini merupakan kondisi yang sangat strategis, sebab kemenag bertekad dan mempunyai tanggungjawab dalam menjaga pelajaran agar budi pekerti, maka kompetisi antar pelajar se Indonesia dengan dasar kreatifitas harus selalu mampu menjaga ukhuwah Islamiyah dan Wathoniyah, ungkapnya. Fenomena sekarang kondisi yang kurang menguntungkan dengan terjadinya rendahnya toleransi, kurangnya kejujuran, narkoba dan sex bebas, tawuran antar pelajar maka dengan kegiatan ini mampu menumbuhkan dan meningkatkan sikap sportifitas, persahabatan, ukhuwah, melalui pendidikan agama Islam.(alif)