Koordinasi Majukan Wisata Religi Antar Kankemenag Wonosobo dengan Budayawan Lokal

Wonosobo – Wonosobo sejak dulu dijuluki Kota Santri dan Kota yang Religius, Wonosobo miliki banyak potensi pengembangan obyek Wisata Religi, banyaknya tempat-tempat wisata ziarah makam ulama seperti makam Al Maghfurlah KH. Muntaha, Al Hafidz ulama tokoh karismatik pendiri Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo, Makam KH. Asy’ari, Makam KH. Abdurrahim dan lainnya. Demikian disampaikan Kasi PD Pontren Fakih Khusni dalam Koordinasi yang dilangsungkan diruang Kakankemenag Kab. Wonosobo, Selasa, (09/11).

Fakih, jelaskan bahwa destinasi wisata religi di Wonosobo perlu terus dikembangkan, bukan hanya sebatas dalam upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan lapangan kerja baru, serta pegembangan pariwisata ekonomi kreatif semata, tapi upaya pengembangan wisata relegi merupakan ihtiar mengenang perjuangan pengembangan dakwah Islam di Wonosobo dari masa ke masa.

“Sungguh pengembangan obyek wisata religi dapat meningkatkan nilai-nilai spiritual melalui pelestarian catatan indah sejarah perjuangan dakwah Islam. Melalui pengembangan wisata relegi diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi kemajuan budaya kearifan lokal dan meningkatkan kesejahteraan tentunya,” tandas Fakih.

Sementara itu, Tono, selaku budayawan muda asal Wonosobo, yang berkesempatan hadir menyampaikan, Wonosobo yang dikenal sebagai kota santri yang kental dengan suasana religiusnya menjadi pondasi kuat pengembangan destinasi wisata relegi, “wisata relegi dengan olah teknologi digital bisa dikembangkan dengan menampilkan wisata berdimensi spiritual melalui autovisual pesan relegi keislaman,” kata Tono.

Selanjutnya Kakankemenag Wonosobo, Ahmad Farid, sampaikan bahwa upaya pengembalikan pondasi yang sudah dibangun oleh para pendiri dan alim-ulama, yang selama ini telah menjadi cikal bakal kemajuan dan pembaharuan masyarakat Wonosobo, harus selalu diupayaka, “mari kita bersama-sama lanjutkan tatanan spirit yang ada untuk lakukan pengembangan destinasi wisata relegi di Wonosobo,” kata Farid.

Farid menambahkan, pengembangan untuk tren desa wisata religi Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah, yang didalamnya terdapat makam  alim ulama telah menjadi perhatian berbagai kalangan termasuk para budayawan dan praktisi agar hal tersebut dapat segera direalisasikan.

“Destinasi wisata relegi desa Nderoduwur sangat indah dengan pesona alam pegunungan yang sejuk dan asri. Destinasi wisata relegi diakui memiliki peran penting dalam pembangunan kehidupan beragama Islam di Kabupaten Wonosobo,” tandas Farid. FK-WS