Kota Semarang Terima Kunjungan FKUB Kota Palangka Raya

Semarang – Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki penduduk yang heterogen baik dari sisi pemeluk agama maupun asal suku dan budayanya. Dengan heterogenitas dan multi kultural yang disandangnya, Kota Semarang sebagai kota metropolitan, kota perdagangan dan industri dapat menjaga kondusifitas dan menghargai toleransi di antara masyarakatnya. Hal inilah yang mendasari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya mengadakan kunjungan kerja di Kota Semarang, 5 sd 8 April 2017.

Rangkaian kunjungan diisi dengan peninjauan ke beberapa tempat ibadah, Kamis (06/04). KH Harmain selaku ketua FKUB Kota Palangka Raya menyampaikan bahwa Kota Semarang terkenal dengan destinasi wisata religi. Rombongan yang dipimpinnya ingin melihat dari dekat beberapa tempat peribadatan yang juga merupakan obyek wisata religi di Kota Semarang yaitu Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Gereja Blenduk, Pagoda Buddhagaya, dan Klenteng Sam Poo Kong.

Ikut serta mendampingi dalam kegiatan kunjungan tersebut pengurus FKUB Kota Semarang yang diketuai H. Mustam Aji, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Semarang, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Kesbangpol Kota Semarang.

Dalam peninjauannya di Masjid Agung Jawa Tengah, rombongan diterima oleh pengelola MAJT Fatkhuri Busyaeri. Rombongan mengelilingi masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dan memiliki arsitektur perpaduan Jawa, Jawa Tengah dan Yunani.  Masjid ini juga mempunyai tower asmaul husna setinggi 99 meter, dengan panorama  view kota semarang yang indah dari atas. Ketika mengunjungi Gereja Blendug, rombongan menyaksikan bangunan sebuah gereja yang didirikan pada zaman penjajahan tahun 1753. Gereja yang berada di kawasan kota lama ini bergaya arsitektur Romawi neo klasik, dengan atap setengah lingkaran.

Selain itu juga mengunjungi Pagoda Vihara Buddhagaya, yaitu tempat ibadah agama Budha yang memiliki tinggi mencapai 45 meter dan tercatat dalam Museum Rekor Indoesia (MURI) sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Yang tidak kalah menariknya adalah peninjauan ke Klenteng Sam Poo Kong, yaitu  tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana Tiongkok beragama Islam Cheng Ho  yang kental dengan arsitektur cina, berlokasi di Gedung Batu.  

Sementara H. Mustam Aji, Ketua FKUB Kota Semarang menjelaskan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat dari dekat kehidupan beragama dan kerukunan umat beragama di Kota Semarang. “Hal yang sama juga pernah dilakukan FKUB Kota Semarang ketika mengadakan kunjungan ke Manado. Kita saling bertukar informasi terkait kebijakan pemerintah daerah, program dan langkah yang dilakukan dalam upaya menjaga kerukunan dalam keberagaman agama,” ungkap Mustam Aji.

Tugas FKUB adalah melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. FKUB juga menampung dan menyalurkan aspirasi ormas dan masyarakat sebagai bahan kebijakan pemerintah, disamping juga membantu melakukan sosialisasi peraturan dan kebijakan di bidang keagamaan yang terkait dengan kerukunan umat beragama.

Ketika dimintai keterangan terkait dengan kondusifitas di Kota Semarang, Kakankemenag Kota Semarang Muh Habib di tempat terpisah menjelaskan bahwa koordinasi dan kerja sama antara Kemenag dengan pemda dan instansi atau lembaga terkait selalu intensif dilakukan. “Di Kota Semarang, selain FKUB, juga ada PETAMAS yaitu Perhimpunan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Kondusifitas di Kota Semarang tidak tercipta begitu saja, tetapi diusahakan dan diupayakan dengan sinergitas berbagai pihak terkait,” ujar Kakankemenag. Meski pihaknya tidak memungkiri sebagai ibu kota provinsi, dengan dinamika masyarakatnya, Kota Semarang sangat rentan timbul gesekan yang dapat menimbulkan konflik. (ch/gt)