Kreatif, Pesantren ini berkarya demi gratiskan santrinya

Karanganyar – Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, tiap pondok pesantren (ponpes) memiliki karakteristiknya masing-masing. Di Dusun Mlilir, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang Karanganyar ada sebuah ponpes yang cukup kreatif dalam mengelola lembaganya. Adalah Ponpes Al Asror dibawah pimpinan Kyai Nur Misbah yang berwirausaha untuk menggratiskan santri-santrinya.

Dikatakan Nur Misbah bahwa ponpes ini tidak memungut biaya seperakpun pada santri-santrinya yang mondok dan menetap disana. Ditambahkannya bahwa sampai saat ini ponpes yang dikelolanya juga belum pernah sekalipun meminta bantuan pemerintah maupun pihak swasta. Untuk menutupi kebutuhannya selama ini, mereka berwirausaha dengan membuat CD Asmaul Husna dan aksesoris lainnya untuk kemudian dijualnya.

“Santri memiliki karya sendiri, salah satunya adalah memproduksi album Asmaul Husna dengan berbagai nada agar orang mudah menghafalnya. Album tersebut kemudian dibuat CD dan dipasarkan pada beberapa toko dan event-event besar yang ada di Kabupaten Karanganyar. disamping CD Asmaul Husna karya-karya lainnya yang kami produksi adalah gantungan kunci, id card dan aksesoris lainnya tergantung pesanan,” jelas Nur Misbah.

Saat ditanya tentang target yang ingin dicapai untuk santri di pondok pesantrennya, Pria asal Magelang ini menginginkan agar setiap santrinya paham terhadap Agama Islam, memiliki kecerdasan emosional, intelektual dan spritual. Menurutnya, Ketiga modal hidup itu bisa didapatkan melalui belajar di pondok pesantren. Lebih jauh, targetnya adalah agar umat Islam lebih mengenal Tuhannya melalui Asmaul Husna.

Kyai yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Roudlotut Thullab Magelang ini baru memiliki dua puluh lima santri, mulai dari anak-anak hingga remaja tingkat aliyah yang berasal dari brebagai daerah di Jawa Tengah. Disamping memiliki karya dan usaha tersebut diatas, ponpes ini juga baru mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sekitar ponpesnya.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini, sekitar tanggal sembilan Juli 2015 kami diundang oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di Negeri Jiran Malaysia untuk mengisi pengajian, temanya adalah Asmaul Husna,” ucapnya.

Menjelang keberangkatannya ke Malaysia, ponpes Al Asror mengadakan dzikir muhasabah Asmaul Husna bersama warga sekitar pada hari Minggu, 05/07/2015. Hadir pada kesempatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Musta’in Ahmad, Pengasuh Ponpes Roudlotut Thullab Magelang, dan Camat Mojogedang untuk menjadi Narasumber.

Disamping tema utama tentang Asmaul Husna yang dibahas, ketiga narasumber itu juga menjelaskan tentang pentingnya seorang Insan memiliki kecerdasan emosional, intelektual dan spiritual yang bagus. Kesimpulan ketiga narasumber itu mengatakan bahwa kecerdasan tersebut tidak dapat dipisahkan agar manusia dapat menjalani hidup dengan baik.

Berbeda dengan pengajian umumnya yang bersifat satu arah, pada dzikir muhasabah Asmaul Husna ini dibuat model Talk Show dan dipandu oleh penyiar TATV yang populer dengan nama Londo. Tujuannya tidak lain agar acara lebih menarik dan tidak membuat masyarakat mengantuk, mengingat waktunya hingga tengah malam. Rencananya kegiatan ini akan ditayangkan oleh stasiun televisi kebanggaan warga Solo beberapa hari kedepan. (Hd)