KSM 2016 Terbuka untuk Siswa Madrasah dan Sekolah

Semarang – Madrasahku Prestasiku adalah slogan yang diciptakan untuk memotivasi warga madrasah dalam meningkatkan prestasi sebagai wahana dakwah pendidikan. Dalam rangka memotivasi siswa untuk terus berprestasi dan mencintai serta menguasai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi tahun 2016. “KSM tahun ini akan dilaksanakan di MAN Cilacap tanggal 25 – 26 Juli 2016,” kata Kasi Kesiswaan Akhmad Su’aidi.

Akhmad Su’aidi menuturkan bahwa penyelenggaraan KSM kali ini selain untuk memotivasi siswa dalam meningkatkan prestasi juga sebagai ajang seleksi siswa berprestasi untuk dikirim sebagai delegasi Provinsi Jawa Tengah pada KSM tingkat nasional yang akan digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 23-27 Agustus 2016 di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Lebih lanjut Akhmad Su’aidi menjelaskan bahwa penyelenggaraan KSM 2016 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini peserta KSM 2016 terbuka untuk siswa madrasah maupun sekolah se-Jawa Tengah dari tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA. Kebijakan ini sesuai hasil kesepakatan antara Kementerian Agama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa lomba KSM dan OSN maupun lomba-lomba lainnya yang diselenggarakan oleh kedua instansi tersebut dapat diikuti oleh siswa-siswi madrasah dan sekolah.

“Bidang studi yang dilombakan pada KSM 2016 untuk tingkat SD/MI adalah Matematika dan IPA, untuk SMP/MTs : Matematika, Biologi dan Fisika dan SMA/MA : Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi. Selain itu hal yang berbeda dari penyelenggaraan KSM kali ini adalah untuk tiap bidang studi yang dilombakan tersebut ditambah dengan materi Agama Islam. Hal ini bertujuan agar setiap siswa tidak saja paham ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka juga harus paham dan menguasi ilmu agama Islam,” tambah Akhmad Su’aidi.

KSM sebagai wadah melakukan olah pikir dan kreativitas siswa dan siswi madrasah/sekolah dapat menjadi ajang membangun kemampuan mereka dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dengan kompetisi ini madrasah/ sekolah diharapkan dapat memupuk motivasi siswa untuk terus mencintai dan bergairah mempelajari IPTEK, sehingga pada gilirannya siswa madrasah/sekolah sebagai generasi penerus bangsa ini mampu mengembangkan IPTEK dan secara bersamaan mensinergikannya dengan IMTAQ. [asyiq/gt]