KUA Ibarat “Televisi”, Pelayanannya Langsung Disaksikan Masyarakat

Klaten – Monitoring ke KUA Kecamatan sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap satuan kerja yang ada dibawah Kemenag Klaten agar dalam menjalankan tugas pokok, tanggungjawab dan perannya dalam masyarakat dapat terlaksana sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Demikian dikatakan Kasi Bimas Islam Kemenag Klaten M Yusuf dalam kegiatan monitoring rutin triwulan pertama yang rutin dilakukan tiap tiga bulan sekali yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Delanggu (3/3).

Kegiatan monitoring dan pengawasan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memeriksa sejauhmana pelayanan nikah dan rujuk yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan baik pelaksaaan administrasi pernikahan dan rujuk, pembukuan dan lain sebagainya. Ini adalah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Seksi Bimas Islam kepada 26 Kantor Urusan Agama Kecamatan se Kabupaten Klaten.

“Kita hanya ingin memastikan jika KUA Kecamatan telah melaksanakan fungsinya dengan baik dan benar sesuai peraturan yang telah ditetapkan,” jelas Yusuf.

Yusuf menambahkan, “KUA ibarat televisi, disaksikan masyarakat dalam melaksanakan pelayanannya. Tuntutan masyarakat akan peningkatan layanan pada KUA semakin tinggi. Untuk itulah pengawasan internal dari Kemenag sangat mutlak dilakukan untuk lebih dekat melayani umat.”

Kasi Bimas Islam mengatakan, melalui monitoring ini pelayanan akan semakin dioptimalkan sehingga keberadaan KUA sebagai wajah Kementerian Agama benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Begitu pula setiap data yang ada pada KUA dapat tersaji dengan mudah dan cepat guna membangun basis data pada Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.

Menyamakan presepsi dan koordinasi untuk melaksanakan tugas dan fungsi dari KUA itu sendiri, yang paling utama adalah melayani masyarakat secara maksimal menjalankan Lima Budaya Kerja Kementerian Agama yaitu Integritas, Profesionalitas, inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan.

Hasil dari monitoring akan memaksimalkan kinerja Kementerian Agama Kab. Klaten khususnya di seksi Bimas Islam, apa saja yang menjadi kendala atau masalah yang dihadapi dari KUA Kecamatan agar menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam melaksanakan tugas sebagai Abdi Negara, kata Yusuf.

Kepala KUA Delanggu Ahmad Qomaruddin mengaku senang dengan adanya monitoring tersebut dan akan terus memperbaiki sistem pelayanan di KUA. ”Kami merasa senang dimonitoring sekaligus dibimbing, sehingga kami dapat memperbaiki dan meningkatkan tugas serta pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya.(aj/ Wul)