KUA Ikut Menentukan Eksistensi Kemenag

Klaten РUpaya meningkatkan kualitas kinerja para ASN khususnya di lingkungan KUA,  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten mengadakan pembinaan dengan menghadirkan 26 Kepala KUA se Kabupaten Klaten beserta jajaran Bimas Islam di RM Anglo Simak Karangnongko Klaten pada Senin (20/17).

Kasi Bimas Islam Kemenag Klaten M Yusuf mengatakan, pembinaan ini merupakan agenda rutin bulanan dalam rangka membangun kekeluargaan dan komunikasi  KUA dalam menjalankan tugas keseharian di KUA. Yusuf berharap melalui pembinaan, KUA bisa lebih maju lagi dalam pelayanan.

Lebih lanjut, Yusuf menyampaikan, kesempatan ini untuk terus memperbaiki diri, dan harapannya pelayanan yang dilakukan rangka membangun konsolidasi ASN dalam bentuk kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas.

“Tugas pokok dan fungsi Kantor Urusan Agama Kecamatan sebagai garda terdepan Kemenag Klaten dalam memberikan pelayanan kehidupan beragama pada masyarakat,” tandas Yusuf.

Kepala KUA Kecamatan berkomitmen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan maksimal, mengingat Kepala KUA Kecamatan ikut menentukan baik buruknya eksistensi Kementerian Agama pada masyarakat.

“Oleh karena itu Kepala KUA harus memahami dengan baik tupoksinya, membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan serta harus peka terhadap dinamika kehidupan masyarakat, sehingga Kepala KUA Kecamatan dapat dengan cepat menyikapi dan mengatasi persoalan dan permasalahan yang timbul di wilayahnya,” ujar Kasi Bimas Islam.

“Inilah tekad Kemenag Kab. Klaten dalam memberikan pelayanan prima pada masyarakat, pembinaan ini dalam rangka menyatukan persepsi, visi misi dan pemahaman terhadap regulasi tata kelola yang dilakukan Kemenag Kab.Klaten, imbuhnya.

Menurutnya, betapa besar tugas ASN Kemenag khususnya di KUA yang bersinggungan langsung dengan masyarakat dalam melakukan pelayanan publik, bagaimana ASN memahami masing-masing leading sector yang ada di Kemenag.

Jajaran KUA agar meningkatkan pembinaan kehidupan beragama di masyarakat melalui berbagai pengajian, peningkatan kerukunan umat beragama, peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan kelompok keluarga pra sakinah dan kelompok usaha fakir miskin dalam pemberdayaan ekonomi keluarga bersinergi dengan penyuluh.

Sementara itu, salah satu peserta pembinaan, Aris Bahtiar mengatakan, kegiatan ini sangat baik karena membuka berbagai wawasan dan informasi baru mengenai berbagai hal yang terjadi dalam dinamika organisasi.

Artinya ada sharing informasi dari semua sector yang ada di Kemenag, dengan harapan masyarakat benar-benar merasakan atas layanan Kemenag, kata Aris.(abe_aj/wul)