Kuatkan Integritas dan Moderasi Beragama 1.500 ASN Ikuti Webinar

Purbalingga – Sedikitnya 1.500 Aparatur Sipil Negara (ASN)/ PNS yang terdiri dari para guru, pegawai, pejabat fungsional dan pejabat struktural di jajaran Kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan Webinar Jadi ASN Solutif yang digelar Rabu (8/9/2021). Adapun sebagian lainnya mengikuti kegiatan tersebut melalui live streaming youtube.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Karsono dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditayangkan setiap hari Rabu pukul 09.00 – 10.00 WIB. Kegiatan yang diikuti segenap jajaran Kementerian Agama tersebut digelar Inspektorat Jenderal (Itjen) melalui program Early Warning System – Humas Bicara.

“Kegiatan ini digelar secara virtual melalui live zoom dan diikuti pula melalui live streaming youtube dan Facebook Itjen Kemenag, Kanwil dan PTKN. Tema yang diangkat pada sesi kali ini adalah ASN, Integritas dan Kawal Total Moderasi Beragama,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai dengan tema yang diangkat tersebut diharapkan integritas ASN dan semangat moderasi beragama di jajaran Kementerian Agama semakin kuat sehingga layak menjadi aparatur pemerintah yang bermartabat.

Dalam paparannya sebagai salah satu narasumber Kakankemenag Karsono mengungkapkan ajakannya untuk meningkatkan integritas selaku Aparatur Sipil Negara serta menumbuhkembangkan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena hal tersebut merupakan salah satu dari implementasi rasa syukur diciptakan sebagai salah satu warga dari sebuah negara yang sering disebut sebagai serpihan surga di dunia.

“Kita perlu bersyukur hidup di negara dengan keragaman suku bangsa, budaya, bahasa, agama dan adat istiadat yang luar biasa. Namun kita hidup dalam keadaan aman dan damai. Wajar negara kita disebut sebagai serpihan surga yang ada di dunia. Mari kita syukuri sekaligus mewujudkan adanya tanggung jawab kita untuk selalu menjaga kedamaian dan keindahan negeri kita,”  ungkapnya.

Terkait moderasi beragama Karsono mengungkapkan makna moderat sebagai sebuah sikap yang berada di tengah-tengah.

“Kita kenal kata moderator, ia berada di tengah – tengah. Dalam bahasa Arab ada kata wasathiyah yang artinya yang tengah-tengah, juga kata wasit dalam bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai penengah. Maka dalam moderasi beragama sikap moderat merupakan posisi antara ekstrim / radikal dan liberal,” ungkapnya.

Menurutnya, orang yang berpaham moderat tidak mengikuti golongan yang ekstrim / radikal baik ekstrim kiri maupun kanan dan tidak juga mengikuti yang terlalu meremehkan agama (liberal).

“Tidak ekstrim eksklusif secara tekstual maupun kontekstual, tidak menganggap sebagai yang paling benar, tidak pula menganggap semuanya benar,” tandasnya.

Karsono menambahkan, pemahaman yang keliru dalam beragama dapat timbul karena cara pandang yang salah ataupun karena cara memahaminya yang salah. Maka menurutnya untuk bisa melaksanakan toleransi dan menerima serta menghargai orang lain budaya toleransi harus  ditumbuhkan secara terus-menerus. 

“Caranya yaitu harus dipaksakan, dibudayakan dan kemudian dibiasakan. Sehingga cara pandang akan baik dan tidak selalu mengedepankan buruk prasangka atau su’udzon,” tandasnya.

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta webinar Toriq Jahidin terkait kiat pengaplikasian moderasi beragama saat menghadapi konten-konten yang menimbulkan perpecahan, Karsono memberikan beberapa tips.

“Dulu ada pameo Mulutmu harimaumu, sekarang muncul Jarimu harimaumu. Maka dalam bermedsos kita perlu bersikap dewasa. Langkah pertama, jangan mudah percaya dulu, karena sekarang ada istilah black campaign. Orang dengan mudah di-bully ataupun dinaikkan derajatnya dengan media massa. Maka berikutnya cek kebenarannya, sebagai tanggung jawab dan bagian etika kita dalam beragama,” pesannya.

Di akhir kegiatan yang dipandu host Ketua Tim Zona Integritas Kankemenag Purbalingga Sudiono, Kakankemenag Karsono memberikan apresiasi atas partisipasi serta keseriusan seluruh ASN di jajarannya yang telah mengikuti kegiatan hingga akhir sesi. * (sar/bd)