Kunjungan Edukasi Untuk Mendekatkan Prestasi

Surakarta – Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang lebih maju, maka diperlukan adanya terobosan baru dari berbagai sektor sistem yang ada untuk diterapkan pada anak didiknya dalam proses kegiatan belajar mengajar  di sekolah masing-masing. Kali ini, Pengurus Komite MAN 2 Surakarta mencoba untuk memberikan kontribusi berupa gagasan positif terhadap kemajuan pendidikan di luar lembaga sendiri.

Diprakarsai oleh ketua Komite MAN 2 Surakarta, Agus Hadi Susanto, kunjungan edukasi yang melibatkan 13 orang yang disertai kepala Madrasah beserta wakilnya, Kepala TU,dan bendahara bertolak ke MAN 3 di Sleman dan MA Mu’alimin Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (6/10) kemarin. Kepala MAN 2 Surakarta, Nuri Hartono,menyampaikan bahwa agenda kunjungan edukasi ini sebagai sarana silaturahmi antar lembaga dalam satu atap di bawah Kementerian Agama dan sesama MAN, yang  dulunya bernama PGA.

“Kunjungan ini sebagai ajang  menggali ilmu, agar prestasi MAN 2 Surakarta posisinya mampu berada pada level yang sama dengan MAN 3 Sleman, Yogyakarta,” ucap Nuri.

MAN 3 Sleman Yogyakarta ini dipilih, selain karena ada kesamaan sejarah dan pesatnya kemajuan pendidikan di madrasah ini juga karena MAN 3 Sleman Jogyakarta memperoleh predikat sebagai Sekolah Para Juara. Sementara itu, selaku tuan rumah, Kepala  MAN 3 Sleman Yogjakarta, H. Azis, menyambut gembira atas kunjungan dari MAN 2 Surakarta, selain itu karena pada hari  yang sama menerima tiga tamu, yaitu dari OSIS MAN Cilacap beserta Pembina, dan MTsN Kebumen, dalam rangka mengadakan MoU pengelolaan perpustakaan.

Aziz menambahkan, pada dasarnya welcome untuk siapa saja, yang penting saling mengisi sesama madrasah. “Jangan sampai madrasah maju hanya untuk dirinya sendiri”, ucap Azis.

Menjawab pertanyaan dari komite MAN 2 Surakarta tentang MAN 2 Surakarta tentang sumber anggaran di MAN 3 Sleman Jogyakarta, Aziz menerangkan ada dua sumber pendanaan dari DIPA dan dari komite.

“Dana Komite terdiri tiga macam. Pertama, dana personal. Dana dari orang tua yang kemudian dikembalikan ke siswa, seperti semua sarana yang dinikmati langsung oleh siswa. Kedua, dana operasional, dana BOS. Seperti perangkat pembelajaran di kelas berupa LCD, mebeler, alat transportasi dan lainnya. Ketiga, dana investasi. One Day One Thousand bagi siswa yang tidak mengikat dan bagi orang tua wali siswa yang mempunyai harta lebih bisa menginvestasikan hartanya pada membangun tempat ibadah”, papar Azis.

Berkaitan dengan peran komite, ialah memberikan pertimbangan terhadap kebijakan, anggaran, ikut menentukan kebijakan pembangunan investasi gedung madrasah, serta mengundang para ahli kurikulum sesuai dengan kebutuhan madrasah. Pada prinsipnya, proses penjaringan peserta didik baru  (PPDB) di MAN 3 Yogyakarta sudah mulai ketat. Mulai dari asal sekolah, menggali informasi dari orang tua dan siswa bersangkutan, serta motivasi tentang pentingnya belajar di Madrasah. (gie_rma/bd)