Kunjungan Kerja Anggota Komisi VIII DPR RI di Kemenag Wonogiri

Wonogiri – Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti melakukan Kunjungan Kerja di Kantor Kementerian Agama Kab. Wonogiri, Kamis (31/03). Kedatangan beliau dimasa reses bertujuan menyerap aspirasi dengan terjun langsung di masyarkat. Politikus Golkar tersebut datang langsung disambut langsung oleh Plt. Kankemenag, Masdiro.

Turut mendampingi Kunjungan Anggota DPR RI tersebut, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Mohsen. Kegiatan yang di gelar secara interaktif tersebut di ikuti oleh Jajaran Kankemenag Wonogiri, KUA, PPAI, Madrasah, Ponpes, Madin serta Badko TPQ.

Menurut Endang Maria tujuan kunkernya ke Kankemenag selain audiensi tentang permasalahan-permasalahan agama juga mendorong agar Kemenag berperan aktif dalam pembangunan bidang agama dan mental spiritual, serta ikut menanggulangi kekerasan anak di Wonogiri yang sudah pada tataran memprihatinkan.

Secara khusus beliau juga mengapresiasi kinerja Kemenag walaupun dengan anggaran yang terbatas tetapi mampu melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan baik, termasuk peran penting dari lembaga keagamaan pendidikan di bawah Kemenag seperti pondok pesantren tetap eksis dan konsisten menyuguhkan sistem pendidikan yang komprehenshif antara kekuatan fisik (jasmani) dan kebutuhan mental spiritual (rohani). Sehingga output pesantren adalah terbentuk manusia yang sholeh dan cerdas pemikirannya. “Keberadaan di pelosok tidak menghalangi ponpes ini untuk berprestasi,” ujarnya.

“Kekuatan otak (perpikir) hati (keimanan) dan tangan (ketrampilan) merupakan modal untuk membentuk santri yang mampu mengimbangi perkembangan zaman. Menghadapi tantangan yang semakin komplek di lingkungan masyarakat, ponpes harus berani tampil mengembangkan dirinya seabagai pusat keunggulan jiwa jalan hidup yang lurus dan budi pekerti yang mulia,” imbuhnya.

Ancaman Narkoba di Pesantren

Dalam paparannya Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Mohsen bahwa ada indikasi oknum yang sengaja menyusupkan narkoba di lingkungan Ponpes. Namun pihaknya tak mau kecolongan. Maka dari itu, upaya yang dilakukan di lingkungan Ponpes lebih ditekankan dengan pembinaan sedini mungkin.

“Sebenarnya masalah narkoba itu bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenag dan BNN, tapi kita semua juga harus berperan,” ujar Direktur Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag RI. “Kita memaksimalkan peran serta satker Kemenag, Kanwil, penyuluh bahkan kepala KUA untuk bekerja serentak dalam satu sinergitas,” jelasnya.

Bahkan, kata Mohsen, ada 10 Ponpes yang kini sudah menjadi rujukan dan panti rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Sehingga dengan itu dapat dimaksimalkan dari sisi pembinaan dan rehabilitasi. Dengan metode terapi spiritual, Ponpes kini menjadi rujukan Kementrian Sosial untuk rehabilitasi pengguna narkoba. Salah satunya yakni Ponpes Darul Maghfiroh. Hampir 400 orang setiap bulannya direhabilitasi di ponpes tersebut.

“Kita bersama BNN dan Tim kesehatan sering melakukan razia di sejumlah Madrasah-madrasah,” tegasnya di awak media. (Mursyid_Heri/gt)