Kupas Sejarah Budaya Batang Warnai Pembinaan Dan Pendataan Potensi Seni Budaya Islam

* Kasi Bimas Islam H. Sodikin bersama Ketua Komunitas Batang Wee sedang menyampaikan pembinaanya

Batang – Dalam rangka menggali potensi seni budaya Islam yang berkembang di masyarakat, Kemenag Kab Batang menggelar kegiatan pendataan seni budaya Islam yang pelaksanaan sudah dimulai sejak pertengahan September 2021, dan untuk menyatukan data dari masing-masing kecamatan se kabupaten Batang, pada hari Selasa (28/09) kemaren bertepat di RM. Mbak Kung Kandeman digelar pertemuan bagi seluruh Penyuluh Agama Islam yang telah sellesai melakukan pendataan itu. Hadir dalam acara itu Kepala Kantor Kemenag yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam seluruh Penyuluh Agama Islam serta mengundang komunitas Batang wee yaitu komonitas pemuda Batang yang sangat peduli dan intesif mengadakan kegiatan tentang budaya Batang.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang yang diwakili oleh Kasi Bimas Islam H. Sodikin dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya hanya untuk mengumpulkan data terkait dengan potensi seni budaya di Kabupaten Batang, namun untuk lebih memperdalam dan mengetahui tentang sejarah terbentuknya Batang serta budaya tinggalan para pendahulu .

“ Sebenarnya pertemuan hari ini hanya untuk mengumpulkan data-data yang sudah dikumpulkan oleh para Penyuluh Agama Islam tentang potensi seni budaya Islam dari masing-masing kecamatan, namun untuk lebih mengetahui keberadaan budaya Batang secara lebih dalam, maka kami mengundang komonitas Batang wee yang sangat intens melakukan kegiatan tentang budaya Batang,” kata H. Sodikin.

Dia juga mengemukakan bahwa Batang sebagai salah satu daerah di pesisisiran pantai utara memang memiliki budaya dan seni yang cukup banyak dan beragam, juga bila ditelisik secara mendalam budaya Islam berkembang begitu kuat.

“ Sebagai daerah pesisisiran utara Batang memang memiliki budaya dan seni yang begitu banyak dan beragam, budaya Islam berkembang begitu kuat, dengan temuan-temuan benda dimana secara arkeolog  menunjukkan tinggalan sebuah budaya masa lalu yang sangat bersejarah,” tegasnya.

* Pembinaan Pendataan seni budaya diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam

Sementara itu ketua Komonitas Batang Wee Sutikwo dalam penjelasannya mengatakan bahwa kelompoknya telah beberapa tahun ini mencari dan berupaya menelisik seluruh potensi peninggalan budaya masa lalu di Kabupaten Batang. Menurutnya melihat peninggalan situs-situs maupun tempat yang mereka kunjungi menunjukkan bahwa Batang memiliki karakteristik peninggalan baik budaya Hindu-Budha serta sejarah masuknya Islam yang begitu tampak.

“ Batang ini sebenarnya daerahnya cukup tua, banyak peninggalan baik berupa batu, relief, pundak, zoni, masjid dan sumur-sumur tua yang ditemukan menunjukkan adanya peradaban budaya yang tinggi, kususnya budaya Islam,” kata Sutikwo.

Menurut para ahli maupun para tokoh yang mereka kunjungi baik yang masih ada di Batang maupun yang sudah berada diluar Batang mengatakan bahwa budaya Batang itu ada hubungan yang dekat baik dengan Kraton Jogyakarta maupun kraton Solo, juga memiliki hubungan yang dekat juga dengan sejarah para wali di tanah Jawa.

“ Kami sempat mendatangi para ahli dan para tokoh baik yang berada di kraton Jogyakarta maupun kraton Solo bahkan ada juga yang kami temui di Bali, semua tokok itu memberi gambaran bahwa Batang memiliki kesejarahan budaya dari Agama Hindu, Agama Budha hingga masuknya Islam,” tambahnya.

Sitikwo meyakini tinggalan-tinggalan yang masih bisa dilihat dibanyak tempat di Batang ini cukup menjadi bukti bahwa Batang terbentuk sejak lama, bahkan lebih tua dari yang biasa diperingati oleh pemerintah kab. Batang tiap tahun itu.

“ Kami meyakini bahwa terbentuknya Batang itu sudah cukup tua dengan bukti-bukti tinggalan yang ada, bahkan dengan tahun kelahiran Batang yang biasa diperingati setiap tahun itu jauh lebih tua dan Batang sudah terbentuk, sementara peringatan hari jadi Batang itu merupakan peringatan kembalinya Batang menjadi Kabupaten sendiri setelah sebelunya menjadi bagian dari Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya. (Zy)