Kupatan, Tradisi Lebaran Masyarakat Rembang

Rembang – Euforia Idul Fitri biasanya berlangsung beberapa hari pertama di bulan Syawal. Begitu juga di daerah Rembang. Bahkan, lebaran di Rembang terasa meriah dengan adanya even Syawalan atau Kupatan yang diadakan di kompleks Taman Rekreasi Pantai Kartini (Dampo Awang Beach) yang terletak di tengah-tengah kota Rembang.

Layaknya seperti Dandangan yang diadakan di Kabupaten Kudus, Syawalan ini disemarakkan oleh ratusan pedagang yang datang dari berbagai kota, di antaranya Rembang, Lamongan, Jombang, Kudus, dan Blora.

Barang dagangan yang ditawarkan beraneka macam seperti bunga hias, gerabah, mainan, kuliner dan lainnya. Selain itu, Syawalan ini juga diisi oleh hiburan grup musik tertentu.

Syawalan atau masyarakat Rembang sering menyebutnya dengan ‘kupatan’ ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Banyak warga dari berbagai kecamatan mendatangi even Syawalan ini untuk berbelanja atau sekadar mencari hiburan.

Fia, salah satu warga dari Kecamatan Lasem berkunjung ke Syawalan ini untuk membeli bunga hias. “Di sini harganya relatif miring dibandingkan harga di toko. Bahkan bisa ditawar,” kata Fia.

Even ini pada Jum’at (22/6/2018) oleh Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz. Selain untuk berwisata, Syawalan ini ditujukan untuk menarik minat wisatawan. Pembukaan ini diwarnai dengan bancaan satu gunungan ketupat. Bupati berharap, tradisi ini akan terus dilestarikan oleh masyarakat Rembang.

Momen Syawalan atau Kupatan ini juga disambut oleh warga Rembang dengan membuat ketupat sekaligus sayur dan lauknya. Kupatan atau Bodo Kupat yang berarti ‘ngaku lepat’ (mengaku salah) ini memang biasa diadakan pada hari ketujuh bulan Syawal.

Pada Kupatan ini, masyarakat biasanya saling berkirim ketupat. Utamanya dilakukan oleh yang muda berkirim kepada kerabat yang lebih tua, atau bisa juga sebaliknya. — iq/bd