Kurangi Resiko Perceraian, Pasangan Catin Diberi Bimbingan

Purworejo – Diikuti oleh lima belas pasang calon pengantin (catin), kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Catin Angkatan I berlangsung selama dua hari di tanggal 8 dan 9 Juni 2021. Acara yang bertempat di Gedung UPK BKAD Kartika Sari Kecamatan Banyuurip tersebut dibuka oleh Kepala KUA Banyuurip Drs. H. Zaki Mubarok. Pada kesempatan tersebut, Zaki menyampaikan bahwa bimbingan perkawinan ini merupakan kegiatan yang nantinya akan menjadi bekal dalam menjalani kehidupan rumah tangga. “Tantangan saat ini untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah semakin tidak mudah. Ada banyak hal yang nanti kita bahas untuk dapat menjadi bekal mengarungi kehidupan berumah tangga,” tuturnya.

H. Zulfikar Ahmad, S.Ag. memberikan materi terkait dengan harapan dan persiapan keluarga sakinah yang diawali dengan pretest dan kontrak belajar. Sementara itu, H. Uan Abdul Hanan, M.S.I. menjelaskan tentang bagaimana mengelola psikologi dan dinamika keluarga. Sesi terakhir pada hari pertama diisi H. Muh Wazir, S.Ag. yang menyampaikan materi berupa pemenuhan kebutuhan pribadi dan keluarga. “Kebutuhan perlu dibedakan dan harus diperhatikan mana yang termasuk kebutuhan primer dan mana yang sekunder sehingga bisa dibuatkan skala prioritasnya nanti,” papar Wazir.

Pelaksanaan kegiatan hari kedua semakin semarak dengan narasumber berbeda di antaranya dr. Nasibah Dwiyanti, MM., Asri Hidayati, S.I.Kom., dan H. Dadan ridwan, S.Ag., M.S.I. Nasibah Dwiyanti dari Puskesmas Kecamatan Banyuurip memberikan informasi mengenai bagaimana menjaga kesehatan reproduksi, termasuk juga menjelaskan bagaimana memposisikan seorang kepala keluarga yang harus menjaga istri tatkala hamil dan menyusui. Sementara Asri Hidayati menyampaikan cara bagaimana merencanakan sebuah keluarga yang sehat dan bahagia yang akan menghasilkan generasi berkualitas. Dan puncak acara yaitu refleksi dan evaluasi yang dipandu langsung oleh Dadan Ridwan.

Farida Munawwaroh, S.Pd.I. selaku panitia penyelenggara kegiatan menyampaikan harapannya. “Semoga dengan adanya kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengatin ini mampu mengurangi resiko perceraian, tentunya dengan terus menjaga agar pondasi dalam rumah tangga semakin kuat dan tangguh. Karena ibadah yang terlama adalah berumah tangga,” ungkapnya. (sgy)