Lakukan Penelitian Di Kampung Gagot, Tim Riset MTs N 1 Banjarnegara Raih Juara Insternasional ISIF

Banjarnegara – Tim jurnalistik MTs N 1 Banjarnegara kembali menggali informasi dari salah satu tim riset yang mendapat medali perak pada ajang bergengsi internasional ISIF (International Science and Invention Fair) pada Jumat, (5/11/21). Bertempat di laboraturium komputer, Musfiatul Muniroh, pembimbing tim riset Madtsansa bersama siswa bimbingannya membeberkan hasil penelitiannya.

Kampung Gagot merupakan eduwisata yang fokus pada edukasi bidang pertanian. Kampung Gagot ini terletak di Kutawuluh, Banjarnegara. Dua siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara yakni Azzah dan Bias berkesempatan untuk berkunjung dan meneliti program yang ada di Kampung Gagot. Didampingi oleh Musfiatul Muniroh, dua siswa ini melakukan penelitian pada bidang Sosial Humaniora (Soshum).

Kesempatan magang Azah dan Bias ini diisi dengan mengikuti program Kampung Gagot, salah satunya yaitu program Wisata Petani Ceria. Pada program tersebut, dua siswa ini belajar bagaimana belajar menanam yang baik, cara merawat tanaman yang baik, dan lain sebagainya.

“Kami diajari mulai dari bagaimana cara menanam yang baik, merawat tanaman yang baik, ukuran menakar pupuk yang benar pada tanaman, dan masih banyak lagi.” tutur Bias.

Kampung Gagot ini berasal dari pemikiran sekelompok orang yang miris dengan generasi saat ini. Gegerasi saat ini sangat jarang yang mencintai dan meminati dunia pertanian. Padahal, pekerjaan bertani merupakan pekerjaan yang mulia. Banyak generasi saat ini yang malu jika pekerjaanya bertani. Dari pemikiran itulah Kampung Gagot terbentuk.

Musfiatul Muniroh berinisiatif mengajak siswa tim riset untuk berkunjung ke Kampung Gagot. Hal itu dilakukan supaya siswa siswa tim riset menjadi generasi yang percaya diri berprofesi apapun, khususnya di bidang pertanian.

“Salah satu tim riset yang saya bimbing, saya ajak ke Kampung Gagot untuk menimba ilmu tentang pertanian. Ini saya lakukan supaya di masyarakat nanti mereka bisa percaya diri berprofesi dibidang apapun, khususnya bidang pertanian melihat sebagian besar daerah Banjarnegara potensi pertaniannya relatif tinggi. Di Kampung Gagot ini siswa belajar bagaimana mengelola pertanian yang ramah lingkungan,” ujar Musfi.

Sejalan dengan pernyataan Musfi, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Eko Widodo berpendapat bahwa dengan edukasi pertanian ini bisa diterapkan di MTs Negeri 1 Banjarnegara.

“Sangat bagus inisiatif dari tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara. edukasi yang mereka terima bisa ditularkan kepada warga Madtsansa untuk mencintai bertani. Bila perlu MTs Negeri 1 Banjarnegara mengadakan lahan untuk siswa praktik bertani,” ujarnya dengan antusias.

Edukasi tentang pertanian ini penting untuk ditanamkan guna memupuk jiwa sosial siswa. Masyarakat Banjarnegara yang banyak berprofesi petani ini dapat terbantu oleh generasi yang mencintai pertanian. Harapannya, siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat bersosialisasi dengan masyarakat tidak hanya di bidang pertanian saja, masih banyak bidang profesi yang membutuhkan inovasi dari para siswa. (rin/ak/rf)