Lancar Simulasi UNBK Madrasah Kab. Blora Lancar

BLORA – Madrasah Aliyah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kab. Blora menggelar simulasi Ujian Nasional  berbasis Komputer (UNBK) kemaren di ikuti oleh  MAN Blora dan 13 MAS se-Kabupaten Blora.

Plt kepala kantor Kementerian Agama Blora, Dwiyanto didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Parmono monitoring UNBK di MAN Blora. Parmono menyampaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya, dimana dalam pelaksanaan UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Simulasi UNBK tersebut diikuti 961 siswa madrasah Aliyah se-kabupaten Blora berjalan lancar dan tertib, karena merupakan hal yang baru. Adapun nanti  dalam pelaksanaan UNBK 12 MA akan melaksanakan Ujian secara mandiri dan 2 MA bergabung dengan SMK lain.

“Alhamdulillah simulasi berjalan lancar meskipun ini merupakan hal yang baru tapi nampaknya siswa cukup antusias dan berbagai administrasi dan teknis juga perlu dipersiapkan dan dimatangkan lebih lanjut” ungkapnya.

Menurut Parmono siswa sangat antusias karena merupakan hal yang baru dan lebih efisien tanpa menggunakan pensil dan kertas seperti tahun sebelumnya namun menggunakan komputer sehingga persiapan perlengkapan teknologi menjadi sangat penting.

Adapun pelaksanaan simulasi pada hari pertama UNBK adalah mapel pilihan dan hari kedua mapel bahasa Inggris dengan menggunakan prangkat hadset karena ada materi listening, dan simulasi dilaksanakan beberapa gelombang tergantung jumlah siswa berbanding jumlah lokal ujian dan jumlah komputer client per madrasah dengan batasan hanya dilaksanakan 3 shif per hari.

Penyelenggaraan UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014 secara online dan terbatas di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil penyelenggaraan UNBK pada kedua sekolah tersebut cukup menggembirakan dan semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

Plt kepala Kankemenag Blora, Dwiyanto mengharapkan siswa yang  mengikuti ujian untuk mencermati dan mengikuti petunjuk dengan seksama proses UNBK serta perlu kehati-hatian dalam mengerjakannya.

Selain itu, panitia juga harus mempersiapkan IT dan berbagai persiapan teknis untuk meminimalisir hambatan nantinya dalam pelaksanaan ujian nasional, serta kesiapan berbagai pihak baik perangkat lunak maupun perangkat lainnya.

Seperti diketahui, penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. (ima/bd)