siswa MIN 3 Banjarnegara berlatih berkuda

Latihan Berkuda, Asah Keberanian Siswa Kelas Tahfidz MIN 3 Banjarnegara

Banjarnegara – Rabu (30/06) beberapa siswa Tahfidz MIN 3 Banjarnegara berlatih berkuda. Memang bagi sebagian siswa berkuda bisa jadi olahraga ekstrem dan berisiko namun untuk melatih keseimbangan dan keberanian anak maka berlatih berkuda bisa jadi pilihan.

Untuk melatih keseimbangan dan keberanian siswa kelas tahfidz, Ustadz Asnawi, pendamping kelas Tahfidz MIN 3 banjarnegara menghadirkan beberapa kuda untuk memotivasi siswa ekskul kelas tahfidz .

Ustadz Asnawi menyampaikan bahwa menunggang kuda bukan hanya sebagai kesenangan, ada seni tersendiri dalam hal ini. Seekor kuda yang keras, lincah, dan bernafsu sebenarnya mudah dikendalikan asalkan si pengunggang kuda memosisikan dirinya.

“Kuda tidak suka dikasari, tetapi lebih suka disayangi. Bila kita ingin kuda bergerak ke depan, janganlah memukul badannya dari belakang. Bisa-bisa kita akan menerima tendangan maut dari kedua kakinya,” ungkapnya.

Sebaliknya, kuda akan melakukan apapun yang diperintah si penunggang bila disayangi, dengan cara dibelai rambutnya dan dituntun. Begitulah kuda. Jinak tetapi juga bisa ganas.

“Menunggang kuda sama halnya dengan memimpin. harus tegas, bijak, dan tidak buta arah. Sama seperti kuda yang tidak mau dibohongi, ingin disayangi, dan harus diberi contoh agar melaksanakan perintah-perintah yang diberikan, manusia pun demikian,” tambahnya.

Maka dari itu, berkuda akan menumbuhkan jiwa kepemimpinan seseorang untuk memimpin manusia lainnya. Inilah yang ingin ditanamkan kepada seluruh siswa melalui kegiatan ini.

Meski awalnya merasa takut, namun secara bergantian sejumlah siswa ekskul kelas tahfidz MIN 3 Banjarnegara terlihat menikmati saat menunggangi kuda.

Aufar HirziAlif misalnya, siswa kelas VI tersebut mengaku merasa takut sebelum mencoba menunggangi kuda. Namun, setelah belajar cara menunggangi kuda dan memutari halaman sekolah menjadi ketagihan.

“Awalnya dipegangi pelatih, tapi lama kelamaan berani dilepas sendiri,” tutur Hirzi.

Kepala MIN 3 Banjarnegara, Dani Restiadji mengatakan saat ini berkuda merupakan olah raga yang jarang di lakukan di madrasah. Ia tidak memungkiri jika olahraga berkuda memiliki risiko. Namun dengan pendampingan, menurutnya justru dapat melatih mental keberanian dan keseimbangan siswa.

“Selain memang ada hadist yang menyinggung soal olahraga berkuda, olahraga ini juga memiliki banyak manfaat untuk mental dan kebugaran siswa,” ujarnya.

“Sementara waktu olahraga ini hanya diperuntukkan bagi siswa eksul kelas tahfidz, untuk motivasi agar lebih giat menghafal dan refresing disela-sela menghafal. Dan untuk kudanya ada dua ekor yang digunakan untuk berlatih siswa yang disewa pihak madrasah,” pungkasnya. (giy/ak/rf)