LHS Hadiri Haul ke-2 KHM Wildan Abdul Hamid

Kendal (Inmas) – di sela-sela Kunjungan Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (LHS) ke Jawa Tengah dalam acara Ngaji Kebangsaan yang dilaksanakan di UIN Walisongo LHS menyempatkan menghadiri Haul ke-2 Almaghfurlahum KHM Wildan Abdul Hamid yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Roudlatul Muta’alimin Pegulon Kendal, 20/04 ’18, hadir dalam acara Menteri Agama Republik Indonesia LHS, KH Mustofa Bisri (yang biasa dipanggil Gusmus), Rektor UIN Walisongo Semarang  Muhibbin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah Farhani, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Prov. Jateng Suhersi, serta Forkopinda Kendal dan tamu undangan lainnya.

Dalam Tausiyahnya Menteri Agama menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturakhim bagi kita semua dengan harapan mampu melanjutkan cita-cita almarhum KHM Wildan Abdul Hamid, yaitu dapat mengemban ajaran-ajarang agama dengan selurus-lurusnya. Ucapnya

Satu hal yang dapat kita tarik dari pelajaran tersebut antara lain dalam menjalankan dakwahnya, beliau menghadapi beberapa kesulitan, namun dapat menyelesaikannya dengan sabar dan dengan semangat demi mendakwahkan ajaran-ajaran kebenaran yang tidak hanya untuk keluarganya namun ini semua untuk semua ummat demi mendakwahkan kebenaran yang ada dalam Al Quran. Lanjutnya

Kita sebagai kholifatullah yang ada simuka bumi berkewajiban untuk menebarkan rahmat bagi semua makhluk didunia ini, oleh karenanya dengan kegiatan ini kita dapat mengambil beberapa khikmah dalam acara ini, antara lain dapat membekali diri kita dengan tututunan yang telah diajarkan oleh para pendahulu kita dengan berpegang pada Al Quran dan Assunah Nya sebelum menghadap yang maha kuasa. Dalam tausiyahnya

Dari beberapa reverensi negara-negara didunia ini yang paling menarik bagi bangsa Indonesia adalah religiusitas bangsa, yaitu nilai keagamaan yang dimiliki oleh bangsa kita, telah kita ketahui bersama Indonesia adalah terkenal dengan bangsa yang agamis. Tuturnya

Dalam menjalani kehidupan sekarang, kita hidup sekali namun dalam dua dunia yang pertama adalah dalam dunia kehidupan nyata yang kita jalani yang fana ini, yang kedua kita juga dalam hidup dalam dunia maya atau dalam dunia ghoib, contohnya dengan dunia ghoib kita dapat berkomunikasi lewat handpon dan lain sebagainya, kita harus percaya bahwa itu ada, itulah dunia maya atau dunia ghoib. tukasnya

Mari kita kembangkan Islam yang Wasathiyah yaitu islam yang rahmatan lil’alamin, bukan islam yang ektrim, kita dapat menjaga sekaligus dapat merawat nilai-nilai dan bentuk pengamalan ajaran agama Islam yang dapat kita wariskan pada generasi yang akan datang, dengan ajaran sesuai dengan tuntunan kejalan kebajikan serta mengajak dengan penuh rasa simpati. Tutupnya (bd)