Lolos Olimpiade Sains Kabupaten, 3 Peserta Didik MAN 2 Wonosobo Maju Tingkat Provinsi

Wonosobo – Sebanyak 3 peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wonosobo berhasil lolos dalam Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) SMA tahun 2019 yang digelar pada Rabu (27/02/2019) lalu. Dengan lolos di tingkat Kabupaten, ketiganya akan maju ke tingkat yang lebih tinggi dalam ajang Olimpiade Sains Provinsi (OSP) pada April mendatang.

Kepala MAN 2 Wonosobo,

Muslikh mengatakan, prestasi tersebut menjadi sebuah kado terindah di Ulang Tahun MAN 2 Wonosobo ke-51 tahun ini. Prestasi tersebut juga sangat membanggakan, pasalnya pada ajang OSK tahun sebelumnya atau pada tahun 2018 hanya dua peserta didik saja yang lolos di tingkat kabupaten, sedangkan tahun ini bertambah menjadi tiga peserta didik.

“MAN 2 Wonosobo lolos seleksi OSK pada tiga mata pelajaran yaitu Matematika, Fisika, dan Ekonomi. Ketiganya adalah Munzid Mahendra untuk mapel Matematika, Siti Khoiriyah Mapel Fisika dan Luluk Salwa Mapel Ekonomi. Dua diantaranya, yaitu Siti dan Luluk adalah peserta didik kelas XI, sedangkan Munzid masih duduk di kelas X,” ungkap dia.

Lebih lanjut, OSK merupakan salah satu jenjang dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Di Jawa Tengah, OSK telah dilaksanakan pada 27 Februari 2019 di masing-masing Kabupaten secara serempak dan hasil pengumuman OSK baru saja diumumkan baru-baru ini. DalamĀ  OSK, lanjutnya, di setiap mata pelajaran diseleksi menjadi 105 orang untuk dapat melanjutkan ke tingkatĀ provinsi yaitu Olimpiade Sains Provinsi (OSP).

Dengan lolosnya tiga peserta didik MAN 2 Wonosobo di tingkat Kabupaten, kata Muslikh, ketiganya akan maju ke tingkat yang lebih tinggi dalam ajang Olimpiade Sains Provinsi (OSP). Namun, sebelum pelaksanaan OSP, ketiga peserta didik dari MAN 2 Wonosobo tersebut akan melaksanakan pra OSP terlebih dahulu di Semarang pada tanggal 21-24 Maret 2019.

“Untuk OSP sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 8 sampai dengan 11 April 2019 di Semarang,” bebernya.

Menurutnya, semangat peserta didik serta ketelatenan guru pembimbing menjadi faktor penting dalam keberhasilan dalam ajang tersebut. Peserta didik tersebut juga telah belajar semaksimal mungkin agar dapat melaksanakan lomba dengan maksimal dan mendapatkan hasil terbaik. Bahkan tidak jarang jika mereka meninggalkan kegiatan belajar mengajar di kelas agar dapat fokus sesuai dengan mata pelajaran yang akan dilombakan di olimpiade.

“Diharapkan ketiga siswa tersebut tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten saja, namun di tingkat provinsi dan seterusnya juga dapat menunjukkan prestasi terbaiknya,” tandas Muslikh.(PS-WS/Wul)