Lomba Dai Semarakkan Gebyar SMKN 11 Semarang

Semarang – Dalam rangka anniversary ke-28, SMKN 11 Semarang mengadakan berbagai lomba yang diikuti oleh 35 SMP se-Kota Semarang. Aneka kegiatan ekstra kurikuler yang dilombakan yakni; Futsal, Storry Tolling, Da’i, Poster dan PBB. Lomba berlangsung pada pertengahan bulan ini selama 3 hari, 13 sd 16 April 2017. Yang menarik dalam gebyar kali ini adalah menampilkan satu lomba yang semakin langka diselenggarakan oleh sekolah umum, yaitu lomba Da’i.

Ketika dimintai keterangan, Kepala SMKN 11 Samiran menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam gebyar kali ini antara lain adalah membangkitkan minat dan bakat siswa di bidang akademik dan non akademik. “Disamping juga sebagai wahana melatih diri untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai moral, yang semakin tergerus oleh nilai budaya asing yang sangat mengancam kepribadian bangsa dan negara Indonesia”, ungkap Samiran.

Salah satu dewan juri, Aswan menjelaskan beberapa kriteria untuk menentukan juara, yaitu ekspresi, penguasaan materi, pelafalan dan media. Berhasil sebagai pemenang SMP Al- Azhar 39 (I), SMP Eka Sakti (II) dan  SMP Setia Budhi (III).

Sementara Faojin, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Semarang mengapresiasi adanya lomba da’i bagi siswa ikut dilombakan di antara berbagai jenis lomba lain. Ini membuktikan adanya kepedulian sekolah umum terhadap kegiatan, minat dan bakat siswa yang terkait dengan PAI. Kepada para peserta Faojin berharap, generasi muda harus memotivasi diri meningkatkan minat dan bakat, sebagai upaya membentengi diri dari pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam dan kepribadian bangsa Indonesia.

“Dengan lomba da’i seperti ini akan menelurkan generasi khoirul ummah, generasi yang cinta damai dan generasi yang rohmatan lil alamin,harap Faojin.

Terkait dengan kegiatan ekstra kurikuler di beberapa sekolah umum Kota Semarang, Kamis (20/04) Pengawas PAI Kemenag Kota Semarang ini menuturkan bahwa secara mayoritas sekolah umum formal pada berbagai jenjang telah mengadakan kegiatan keagamaan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler sekolah. Jenisnya bervariasi, ada seni baca AlQur’an, baca dan tulis AlQur’an (BTQ), tilawah dan rebana.

Dengan adanya kegiatan tersebut, penelusuran dan pengembangan minat dan bakat siswa di bidang PAI akan mendapat wadah sesuai dengan program PAI Kementerian Agama. Meski diakui di beberapa sekolah kegiatan ini minim peminat jika dibandingkan dengan peminat kegiatan lain, olah raga misalnya.(fjn-ch/gt)