Lomba Siswa Harus Meningkatkan Kualitas Madrasah

PURWOKERTO – Lomba-lomba siswa harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, ujar Kepala MIN 1 Banyumas, Saridin saat menyampaikan laporan panitia Lomba Siswa MI sabtu (5/1) di MIN 1 Banyumas. ” saya berharap kegiatan ini akan bermakna bagi semua madrasah dan menjadikan madrasah semakin hebat dan bermartabat ” lanjutnya.

Lomba Siswa MI yang digelar oleh KKM MI Kabupaten Banyumas dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-73 ini terdiri dari tiga jenis lomba yaitu Lomba Cerdas Cermat Agama, Lomba Cerdas Cermat Umum dan Paduan Suara Mars dan Hymne Madrasah Ibtidaiyah. “Lomba Siswa MI adalah kegiatan tahunan dalam rangka memperingati HAB, diikuti oleh 43 tim untuk LCC dan 22 tim untuk Lomba Paduan Suara perwakilan dari KKM masing-masing kecamatan” jelas Saridin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Imam Hidayat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada KKM MI Kabupaten Banyumas serta MIN 1 Banyumas sebagai tuan rumah lomba. ” Saya sangat mendorong agar bisa terbentuk tim paduan suara Kabupaten Banyumas dan bisa sukses berprestasi hingga tingkat Nasional. Jangan kalah dengan Kabupaten Purbalingga yang pada persemian PTSP Kanwil kemarin tampil disana. Saya yakin Kabupaten Banyumas punya potensi, yang penting kemauan dan komitmen untuk maju bersama-sama” tegas Imam.

Terkait LCC Imam juga menyampaikan agar para pendidik seimbang dalam memberikan ilmu kepada para siswa. ” Kita jangan hanya mengantarkan ilmu agama saja, tapi juga dengan ilmu umum. Dua-duanya harus seimbang. Kita harus bisa menyampaikan kepada siswa siswi kita kecerdasan knowledge, emosional dan juga spiritual“. Menurut Imam jika anak dibekali ilmu agama saja, maka untuk kebermafaatan di masyarakat kurang, jika anak dibekali umum saja akan kesasar dan terjerumus karena tidak ada landasan keimanan.

Imam Hidayat berpesan agar guru-guru selalu mengajrkan 3 hal kepada anak-anak, mengajari anak untuk dominan mencintai daripada membenci, mengajari anak untuk memberikan maaf kepada orang lain dan mengajari anak untuk memperbaiki diri. “Madrasah yang hebat bermula dari gruu yang hebat, dari proses pendidikan yang bermutu dan selalu mau untuk memperbaiki diri” pungkas Imam (ak/bd)