Luar Biasa, Dalam Waktu Tiga Bulan PTSP Surakarta Terwujud

Surakarta – Banyaknya jenis pelayanan yang ditangani oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta, hitungan sementara mencapai 138 jenis pelayanan, membuat Kantor Kemenag menjadi sedikit riuh.

Dengan fasilitas yang terbatas, pada waktu itu,mengakibatkan pelayanan menjadi kurang maksimal. Bahkan seringkali dikatakan kurang manusiawi. Dikarenakan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan di Kemenag harus memasuki ruang kerja para pegawai. Berbaur dengan berkas-berkas  yang menumpuk dan keringat para pegawai, karena  semua ruangan belum ber- AC.

Maka hari ini Kepala Kankemenag Kota Surakarta, berniat dan bertekad untuk memperbaiki pelayanan itu dengan menghadirkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Hal tersebut terungkap ketika Musta’in Ahmad menyampaikan laporannya pada acara Launching Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, di Aula Kemenag, Rabu (12/12) kemarin.

Hadir pada acara launching PTSP itu Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H Farhani, Wawalikota Surakarta,  Achmad Purnomo, Pejabat Forkompinda Surakarta,Para mantan pejabat Kemenag Surakarta ; H.M.Hasyim Cholil (1997), H Fahrudin (2010), Pejabat sruktural Kepala Madrasah, Kepala KUA, Ketua FKUB, Ketua MUI, Organisasi keagamaan Katholik, Kristen, PHDI, Walubi, NU, Muhammadiyah, LDII, MTA, Bank Penerima setoran BPIH, Ketua KBIH, Ketua Baznas, dan tokoh masyarakat.

PTSP ini, menurut Musta’in,  adalah bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Surakarta untuk mengikuti dengan baik dan tepat road map  reformasi birokrasi, yang salah satu areanya pelayanan.

Dari 138 pelayanan, terang Musta’in, yang sudah berhasil dimasukkan kedalam sistem dan aplikasi PTSP sebanyak 99 jenis pelayanan yang tersebar di subbag usaha 12 jenis pelayanan,  seksi Bimas islam 12, Penyelenggara Syariah 6, Penyelenggara seksi pendidikan madrasah 16, seksi pendidikan agama dan keagamaan islam 15, penyelenggara Kristen 18, penyelengara Katholik 12, dan penyelenggaraan haji dan umroh 8 jenis  pelayanan.

“Mudah-mudahan angka  99 yang senafas dengan Asmaul Husna membuat kita sekalian bisa menjadi hamba-hamba Alloh yang makin sholeh sebagaimana doa yang dipanjatkan Pak Kepala KUA,” ujarnya.

Keberhasilan ini bisa dicapai, menurut Musta’in, berkat kerja keras pegawainya siang malam selama tiga bulan mulai dari mempersiapkan ruangan, peralatan, SDM dan IT-nya. Untuk pelatihan excellent servicenya, Kemenag menggandeng Bank Jateng Syariah.

“Karena saya ini penakut, begitu Kakanwil memerintah dan menegaskan bahwa PTSP di Kemenag harus selesai di 2018, daripada saya kena marah, mending saya marah sama teman-teman saya,” kisahnya.

Tapi alhamdulillah, katanya, tanpa marah-marah teman-teman sudah bisa menyelesaikan PTSP dalam  waktu 3 bulan. Perlu diketahui, Musta’in Ahmad ditugaskan di Kemenag Surakarta mulai Juli 2018, sebagai pelaksana tugas. Bulan Agustus konsolidasi, dan akhir September baru definitif di kemenag Kota Surakarta.

Dengan adanya PTSP ini, kata Musta’in, maka siapapun yang datang di Kemenag akan mendapatkan pelayanan yang baik dan kepastian pelayanan yang lebih cepat, mudah, manusiawi dan transparan.

“Kami mohon doa restu, kepada Bapak  Kakanwil, Wawalikota dan bapak ibu sekalian, impian kami bersama-sama di kementerian agama di kota Surakarta ini selalu mendapatkan bimbingan, dan ridho dari Alloh SWT,” pintanya. (rma/wul)