MA Al-Muayyad Adakan Sema’an Al-Qur’an Tahfidz Akhir Semester Gasal

Surakarta – MA Al-Muayyad Surakarta, mengadakan Kegiatan program unggulannya sema’an Al-quran tahfidz yang berlangsung  di MA Al-Muayyad, Surakarta, Minggu (9/12) kemarin. Kegiatan yang diadakan setiap satu semester sekali itu, diikuti 80 siswa khusus Madrasah Aliyah program tahfidz dari kelas X sampai XII.

Menurut Rodlin, bagian sarpras di MA tersebut mengatakan bahwa kegiatan sema’an yang terdapat di MA Al-Muayyad itu sudah berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Manfaat dari kegiatan sema’an ini, menurut Rodlin selain akan menghasilkan penghafal Al Qur’an juga dapat meningkatkan pendidikan akademik.

“Program ini dilaksanakan untuk  melatih mental anak-anak dan memberikan modal kelak ketika mengahadapi dunia nyata sebenarnya. Selaku alumni program tahfidz saya merasa bangga dan senang dengan adanya program sema’an, sehingga dapat memotivasi diri sendiri untuk menjadi hafidzah Qur’an,” ujar Taski alumni afidzah Al Muayyad.

Oleh karena itu, lanjut  Taski,  saya menganjurkan untuk lebih giat dan rutin dalam menghafalnya, agar bisa mencapai target tepat waktu. Karena, menurut Taski, kemampuan anak dalam menghafal juz berbeda-beda. Ada  anak yang tergolong cepat dalam mengahafal, ada juga yang biasa saja.

Yasin,  alumni Al Muayyad menambahkan bahwa metode hafalan tidak ada. Setiap anak sudah mempunyai cara menghafal Qur’an dan menjaga hafalannyanya sendiri.

“Ketika subuhan anak sudah mengahafal dan nderes  sendiri. Waktu Ashar dan setelah Isya’ anak menyetorkan hafalannya ke gurunya. Tetapi, ada anak tertentu yang memiliki jiwa motivasi yang tinggi , dia bangun jam dua pagi untuk hafalan,” terang Yasin, yang bertugas menyimak hafidzah perempuan itu.

Yasin menambahkan, setiap alumni memegang 3 anak untuk disemak. Tetapi yang putra belum terlaksana dengan baik karena kekurangan sumber daya manusianya.

“Menghasilkan anak didik yang memiliki bibit unggul dalam berprestasi sebagai penghafal qur’an yang baik tidaklah mudah, salah satunya harus mempunyai cara atau tips dalam mengajarkannya,” ungkap Yasin di sela-sela menyimak yuniornya itu.

Gustamir, guru ngaji di MA Al Muayyad menambahkan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan masing-masing. Ada anak yang memang memiliki kemampuan lebih dan terbatas. Anak yang memiliki kemampuan lebih dalam menghafal bisa lebih cepat dalam menyetorkan hafalannya.

Tips menghafal bagi anak-anak juga  disampaikan Gustamir dengan sistem setiap anak menghafal satu juz. Kemudian dihafal sampai benar dan lancar baru setoran kepadanya.

“Jadi supaya anak bisa menambah hafalan dengan syarat, juz sebelumnya harus sudah lancar terelebih dahulu,” terangnya.

Salah satu anak kelas X MIA-1, Nurhuda, yang memiliki kemampuan lebih dalam menghafal Qur’an, ada beberapa metode yang dipakainya supaya cepat dalam menyetorkan hafalan ke guru ngajinya. Berbeda dengan Nurhuda, siswa kelas X MIA-1 mau berbagi cara menghafal Qur’an dengan metode membaca satu ayat dihafalkan terlebih dahulu. Setelah hafal baru dilanjutkan ayat berikutnya.

“Ketika mau menambah hafalan, ayat sebelumnya dihafalin dari awal. Cara membagi waktu ngaji dan belajar yaitu ketika waktunya belajar pagi hari, setelah ashar sampai malam itu baru hafalan,” ujarnya.(anis_rma/Wul)