MA Insan Cendekia Pekalongan siap terima siswa baru

Semarang – Pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan bangsa. Kementerian Agama pun meneguhkan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan bermutu bagi siswa-siswa madrasah. Sebagai perwujudannya, beberadaan MAN Insan Cendekia yang semula hanya ada 3 (tiga), yaitu di MAN IC Serpong, Gorontalo dan Jambi akan bertambah. Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama sedang menginisiasi berdirinya 20 MA Insan Cendekia di seluruh wilayah Indonesia. Enam di antaranya telah siap menerima siswa baru pada tahun pelajaran 2015/2016. Ke-6 madrasah tersebut adalah MA Insan Cendekia Siak Riau, Paser Kalimantan Timur, OKI Sumatera Selatan, Pekalongan Jawa Tengah, Aceh Timur, Aceh dan Bangka Tengah Bangka Belitung.

Keberadaan MA IC Pekalongan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah dinyatakan siap untuk melaksanakan penerimaan peserta didik baru di tahun 2015 ini. Terkait dengan sarana prasarana yang sudah siap Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Drs. H. Jamun Efendi, M.Pd.I menyampaikan dalam wawancara dengan penulis “Pertama, Ruang Kegiatan Belajar (RKB) sudah ada 12 kelas dan yang terpakai baru 4 karena penerimaan tahun pertama 96 siswa, jadi 1 rombongan belajar berjumlah 24 siswa karena MA IC ini mengacu standar Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan sisanya 8 ruang kelas yang kosong digunakan untuk Ruang Kantor, perpustakaan, Laboratorium dan UKS sehingga standar pelayanan minimal bisa terpenuhi semua karena tahun ini fokus untuk melengkapi sarana prasarana. Kedua, untuk asrama yang berkapasitas 64 kamar yang seharusnya berisi 360 siswa, namun masih banyak yang kosong sehingga kamar yang kosong dimanfaatkan jadi asrama guru”.

“Adapun untuk seleksi guru karena sifatnya bukan new recruitment jadi memberdayakan guru yang sudah ada, dan semuanya ranah Kementerian Agama Pusat. Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dibutuhkan sebanyak 22 personel guru, 1 Kepala Madrasah, 5 karyawan TU dan 2 pengasuh asrama. Terkait masalah keamanan maka Kemenag Kanwil Provinisi Jawa Tengah merekrut satpam dan semua sudah dianggarkan”, lanjut Jamun.

Berkaitan untuk proses penerimaan peserta didik baru Beliau menambahkan bahwa “pelaksanaan pendaftaran siswa baru MA IC lebih cepat karena tahapan-tahapan sekarang sudah dilakukan dengan prosedurnya melaui pendaftaran online dan standardnya nasional jadi tidak ada kemungkinan terjadi KKN, siapapun boleh mendaftar selama memenuhi persyaratan”.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3192 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Madrasah Aliyah Insan Cendekia, dalam rangka memberikan layanan pendidikan pada MA IC yang berkeadilan, maka terhitung mulai tahun pelajaran 2015/ 2016 peserta didik MA IC dikenakan biaya personal berupa biaya asrama, makan dan pakaian seragam yang tidak dianggarkan kecuali bagi peserta didik yang berasal dari kurang mampu yang dibuktikan dengan Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/ Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Pada kesempatan itu pula Kepala Bidang Pendidikan Madrasah menyampaikan mengenai perubahan kurikulum yang akan diberlakukan Kemenag, bahwa berdasarkan Permendiknas Nomor 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 dan KMA Nomor 207 tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum di Madrasah, maka Kementerian Agama memberlakukan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab mengacu pada Kurikulum 2013, sedangkan mata pelajaran umum meggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006.

“Mata pelajaran umum bagi madrasah yang sudah ada program pendampingan di tahun 2014 lanjut menggunakan Kurikulum 2013, ada 16 madrasah se-Jawa Tengah dan madrasah itu untuk semua jenjang (MI/MTs dan MA). Ditambah adanya surat edaran dari Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Islam memberi kesempatan bagi madrasah yang memang sudah siap melanjutkan K13 baik mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab maupun mata pelajaran umum untuk diinventarisir madrasah tersebut dan segera diusulkan ke Dirjen Pendis selanjutnya untuk keperluan pengalokasian anggaran”, urai Kabid Penma.

Kurikulum 2013 mempunyai nilai lebih karena sifatnya penyempurnaan dari KTSP 2006, akan tetapi ada hal tertentu yang belum tersentuh, yaitu aspek afektif. Hasil evaluasi Kurikulum 2006 masih berfokus pada aspek kognitif dan psikomotorik. Kurikum 2013 ini merupakan salah satu wujud dari revolusi mental, diharapkan menghasilkan peserta didik yang cerdas, jujur, disiplin dan berkarakter.

(wulan)