MA Riyadlotut Tholabah kirim 2 Peserta Duta Harmoni

Rembang – MA Riyadlotut Tholabah Sedan mengirimkan dua peserta pemilihan duta Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Kementerian Agama RI. Dua peserta tersebut yaitu Lia Nurul Izza dan Abdullah Najih.

Keduanya menyampaikan portofolio dan video tentang moderasi beragama. Lia menyampaikan tentang upaya untuk menjadi duta harmoni dengan mengedepankan sikap kritis dan logis. Menurut Lia, berpikir kriris merupakan sikap yang harus dimiliki seorang remaja di era milenial. Saat ini informasi bisa diakses dengan sangat cepat. Untuk menyikapi informasi tersebut, kita harus berfikir kritis dan logis. Termasuk bagaimana menyikapi perbedaan yang ada di tengah-tengah kita.

Sementara guna meningkatkan literasi tentang moderasi beragama, Lia aktif membaca buku, mengakses informasi dan mengikuti kajian aktual tentang keberagaman.

Peserta lainnya yaitu Abdullah Najih. Najih menyampaikan bahwa dibutuhkan seorang pemimpin yang bijaksana dan berpengetahuan luas untuk mengatasi keberagaman yang ada. “Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri atas suku, bahasa dan agama,” kata Najih.

Namun di dalam keberagaman itu, terkadang pertikaian masih terjadi. Menurut Najih, untuk mengatasi konflik-konflik dalam keberagaman, dibutuhkan seorang pemimpin yang moderat dan bijaksana.

“Islam mengajarkan kita untuk saling menolong antar sesama manusia. Sebagaimana Rasulullah juga pernah menolong orang yang beragama lain. Khalifah Ali bin Thalib pun menganjurkan untuk menolong sesama manusia kendati beda agama. Soal pahala biar Allah yang mengaturnya,”  ujar Najih.

Untuk itu, Najih berkeinginan menjadi seorang pemimpin yang moderat dan bijaksana. Berbagai upaya yang sudah dilakukannya antara lain menjadi pengurus OSIS, mengikuti berbagai kegiataan kepemimpinan dan keagamaan di madrasah maupun luar madrasah. — iq