MA Sunan Kalijaga Bawang, Madrasah di Lereng Gunung Prau Gelar Simulasi Jelang Visitasi Akreditasi 2021

* Tim Asesor dari Kab. Batang didampingi Kepala MA.Sunan Kalijaga menyampaikan simulasi Visitasi Akreditasi

Batang – Awal tahun pelajaran baru 2021/2022 madrasah tengah berusaha meningkatkan performanya, MA Sunan Kalijaga Bawang yang secara geografis berada di daerah Pegunungan Prau Kec. Bawang Kab. Batang ini menjadi salah satu satuan pendidikan yang menjadi sasaran Visitasi Akreditasi (IASP 2020) BAN S/M Provinsi Jawa Tengah di tahun ini. Dan untuk memperlancar Visitasi Akreditasi  di awal September 2021 nanti, maka pada Selasa (31/08) yang lalu MA Sunan Kalijaga Bawang menyelenggarakan Simulasi Visitasi Akreditasi di Ruang Serba Guna dengan menggunakan protokol kesehatan. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan ini menghadirkan nara sumber 2 asesor berpengalaman dari Kemenag dan Kemendikbud yaitu Hj. Minarsih, dan Anang Junianta .

Pada pembukaannya kepala MA. Sunan Kalijaga Bawang Ahmad Munir, Mengungkapkan rasa syukurnya dengan kesediaan 2 narasumber asesor yang rela meluangkan waktu di tengah kesibukannya menjadi asesor BAN S/M Provinsi Jawa Tengah, dan mengharapkan agar para guru dan tenaga kependidikan yang menjadi Tim Akreditasi di madrasahnya dengan memberi bekal untuk menghadapi visitasi akreditasi nanti.

“ Kami sangat bersukur atas kesediaan para asesor untuk membimbing para guru  kami untuk mempersiapkan Akreditasi, Simulasi ini penting dilakukan agar dalam pelaksanaan visitasi nanti dapat berjalan dengan lancar, sehingga asesor dapat menilai secara obyektif tanpa terkendala persoalan teknis,” kata Ahmad Munir.

Dia menambahkan, bahwa MA Sunan Kalijaga Bawang ini sejak beberapa tahun yang lalu tengah merintis dan menjalankan program MA Plus, yaitu program tambahan keahlian selain program studi.

“ Tahun Pelajaran Baru 2021/2022 ini MA. Sunan Kalijaga memiliki 525 peserta didik, dengan 3 program studi yaitu IPS, MIPA dan Ilmu Keagamaan, serta ditambah 4 program keahlian yaitu Tenik Komputer & Jaringan, Teknik Sepeda Motor, Tata Busana, dan 1 program baru Digital Marketing (Bisnis Era Digital).  Saat ini madrasah secara terus menerus berusaha meningkatkan performa baik fisik maupun kualitasnya untuk mengoptimalkan program-program tersebut, sehingga Visi Menuju Generasi yang Mandiri, Berilmu dan Berakhlak Mulia dapat terwujud,” tegasnya.

Pada pengarahan awal simulasi, Hj. Minarsih mengingatkan agar Tim Akreditasi meneliti kembali dokumen-dokumen lengkap, yang sampelnya sudah diunggah di SISPENA. Karena pada saat visitasi nanti ada tiga hal yang akan dilakukan asesor yaitu telaah dokumen, observasi dan wawancara. Ketiga hal tersebut harus selaras dan saling mendukung karena menjadi cerminan kinerja satuan pendidikan.

“ Perlu dipahami bahwa tim akreditasi akan mencermati 3 hal yaitu telaah dokumen, observasi dan wawancara, ketiga hal itu harus benar-benar selaras dan saling mendukung karena itu merupakan cerminan kinerja satuan pendidikan,” jelas Hj. Minarsih.

* Para Guru dan Tenaga Administrasi MA Sunan Kalijaga Bawang dengan antusias mengikuti simulasi visitasi akreditasi

Dia juga mengingatkan bahwa pada kegiatan simulasi ini akan dipraktikkan beberapa langkah penting yang bisa dijadikan miniatur dari visitasi yang sesungguhnya.

“ Saya mengingatkan agar Tim Akreditasi MA. Sunan Kalijaga Bawang harus siap menghadapi asesor dengan dua kemungkinan sistem visitasi; daring atau luring.  Jika daring, maka visitasi akan dilakukan secara online menggunakan media zoometing maka madrasah harus menyiapkan teknis IT yang optimal sehingga visitasi online dapat berjalan lancer,” tambahnya.

Selanjutnya simulasi dilanjut dengan sesi telaah dokumen, wawancara dan observasi terhadap 4 komponen; Mutu Lulusan, Proses Pembelajaran, Mutu Guru, dan Manajemen Madrasah, di mana masing-masing komponen diwakili oleh Tim Akreditasi yang terdiri dari para guru dan tenaga kependidikan MA. SUKA Bawang.  Masing-masing Tim Akreditasi dari 4 komponen tersebut, seluruhnya berhadapan secara bergantian dengan 2 asesor yang menjadi nara sumber simulasi. Meskipun kegiatan ini hanya simulasi, namun baik asesor/nara sumber maupun para anggota Tim Akreditasi Madrasah  menjalaninya dengan serius, dan sesekali diselingi tertawa untuk mengurangi ketegangan.

Koordinator tim, Kardiman yang mewakili anggota tim mengungkapkan kegembiraannya atas apa yang telah dijalani bersama dalam kegiatan simulasi tersebut.

“ Meskipun acara dilaksanakan mulai pagi sampai dengan sore, karena dijalani dengan serius dan dalam suasana yang menyenangkan, rasa lelah seperti hilang. Hadirnya nara sumber yang juga asesor berpengalaman itu sangat membantu dalam memahami alur dan gambaran proses visitasi, sehingga menambah kepercayaan diri saat visitasi yang sesungguhnya nanti dilaksanakan,” katanya.

Di sesi akhir nara sumber/asesor Kemdikbud, Anang Junianta menyampaikan poin-poin evaluasinya. Beberapa dokumen pendukung yang belum sempat diteliti saat simulasi diminta untuk tetap menyiapkan saat visitasi nanti.

“ Saat visitasi dilakukan nanti dengan sistem daring, maka di samping dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan dan disiapkan, perlu menyiapkan dokumen berupa foto maupun video terkait dengan lingkungan, seluruh sarpras madrasah, dan kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah dilaksanakan oleh madrasah, dan juga harus siap menunjukkan apa-apa yang dibutuhkan oleh asesor melalui jaringan online,” jelas Anang Junianta.

Sementara Hj. Minarsih di sesi akhir juga mengingatkan kepada seluruh peserta simulasi untuk selalu menjaga kesehatan serta tidak lengah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, meskipun kondisi di Kabupaten Batang saat ini sudah mulai membaik. 

Kepala Madrasah, Ahmad Munir menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada 2 nara sumber dan seluruh peserta, serta mengajak untuk tidak lelah berkhidmat dan berdoa untuk madrasah, memberikan layanan pendidikan yang terbaik untuk peserta didik agar mereka menjadi generasi penerus yang mandiri, berilmu dan berakhlak mulia, sesuai visi MA Sunan Kalijaga Bawang. ( AMM / Zy )