MADIN turut membentuk karakter anak bangsa

Rembang – Salah satu hasil yang mengembirakan bagi pendidikan Islam di zaman orde reformasi adalah hasil amandemen ke-4 pasal 31 UUD 1945 dan diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas serta diberlakukannya PP. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dengan demikian eksistensi pendidikan Islam semakin diakui dalam tatanan pendidikan nasional.

Kepala Sub Direktorat Diniyah Takmiliyah Abdul Adhim Susandi berusaha berjuang untuk memikirkan kesejahteraan pembimbing Madin se-Indonesia lewat jalur Pemerintah. Sehingga pada akhirnya para pembimbing yang berada di lembaga Madrasah Diniyah akan terbantu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat membawa bangsa ini lebih baik.

Beliau mengatakan bahwa, “Madrasah diniyah sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat dan Negara karena MADIN dapat membentuk karakter yang islami bagi anak, akan tetapai pemerintah belumlah banyak memikirkan tentang kesejahteraan para pembimbing-pembingnya.”

Dalam perjalanan sekarang ini madrasah diniyah merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan pada jalur luar sekolah yang diharapkan mampu secara menerus memberikan pendidikan agama Islam kepada anak didik yang tidak terpenuhi pada jalur sekolah yang diberikan melalui sistem klasikal serta menerapkan jenjang pendidikan.

Peran madrasah diniyah sekarang ini sangatlah di butuhkan, karena orang tua sekarang telah merasakan bahwa pendidikan di sekolah sangatkah kurang untuk mendalami ilmu agama Islam sekarang ini, walaupun kita ketahui bersama bahwa madrasah diniyah adalah merupakan contributor besar dalam membentuk karakter anak-anak kita, seperti kita ketahui bersama bahwa sekarang ini karakter anak-anak kita telah banyak mengalami degradasi moral yang disebabkan karena mengejar pelajaran pengetahuan umum dan mengabaikan pendidikan agama dan keagamaan. (bd)