Madrasah Adopsi Karakter Jempol

Purbalingga – Halaman komplek MIM Bodaskarangjati dan halaman Masjid Besar Jenderal Soedirman Daarul Falaah Desa Bodaskarangjati Kecamatan Rembang, Ahad (14/01) dipadati 2 ribuan warga masyarakat di sekitar madrasah tersebut yang antusias mengikuti kegiatan jalan sehat. Peserta jalan sehat yang didominasi kaum ibu dan anak-anak ini nampak bersemangat dan penuh harapan nomor kuponnya dipanggil untuk mendapatkan hadiah. Wajar saja, karena sebagian door prizenya adalah peralatan rumah tangga yang sangat meringankan pekerjaan ibu-ibu yaitu mesin cuci, rice cooker, juicer, setrika dan ratusan hadiah hiburan lainnya.

Kepala MIM Bodaskarangjati, Choeriyah menjelaskan bahwa kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan oleh MIM Bodaskarangjati dalam rangka Milad ke-50 yang jatuh pada tanggal 8 Januari 2018 lalu dan sukses atas Ridlo Allah SWT dan support dari para donatur yang membantu pengadaan door prize.

“Milad ke-50 ini mengusung tema Setengah Abad MIM Bodaskarangjati, Berprestasi, Kreatif dan Berakhlak Islami. Kegiatan Senam Maumere, fun walk, perform Tapak Suci dan pengundian door prize ini adalah rangkaian puncak acara milad MIM Bodaskarangjati sekaligus juga sebagai sarana silaturahmi, “ ujar Choeriyah.

Kasubbag TU, Ahmad Muhdzir mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga dalam wawancara singkatnya berpesan agar madrasah mengadopsi karakter jempol (ibu jari – red.).

"Madrasah itu ibarat jempol pada tangan kita. Ia mempunyai sifat mampu berkoordinasi, berkolaborasi, berkomunikasi, kompak dan bekerjasama dengan keempat jari lainnya. Begitu pun dengan madrasah, ia harus mampu menempatkan diri layaknya jempol. Walaupun di posisi pinggir namun perannya sangat penting dalam mewujudkan generasi yang berakhlaq Qur'ani,” ungkap Muhdzir.

Muhdzir juga menguraikan akronim kata Jempol yang tersusun atas 6 huruf. J : Jujur (ash shidq) bermakna bahwa Madrasah mengajarkan kejujuran, sebagaimana Rosulullah melarang berdusta ). E : Eling (adz dzikr), bermakna Madrasah mengajarkan kepada muridnya untuk eling, ingat kepada Allah Sang Pencipta, kepada orang tua dan guru. M: Mapan (al matiin) dimaknakan bahwa Madrasah mengajarkan agar muridnya mapan, disiplin dalam belajar dan beribadah. P : Patrap (al ahlaq al kariim) – Madrasah mengajarkan unggah-ungguh, budi pekerti luhur (ahlaqul karimah). O : Omber (Ash Shobr) Madrasah harus mewariskan sifat sabar, jembar pikiran untuk menerima dan memahami ilmu, Jembar hati untuk menerima ilmu yang benar. L: Legowo (Muhlisuun) – Madrasah mengajarkan keikhlasan dalam tholabul 'ilmi, mengamalkan dan mensyi'arkan ilmu yang bermanfaat.

Kepala Dinporapar, Yanuar Abidin dalam sambutannya mewakili Bupati Purbalingga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi serta harapan agar MIM Bodaskarangjati sukses dalam melahirkan generasi yang cerdas mental dan spiritual. Upaya madrasah tersebut dinilai sejalan dengan misi Kabupaten Purbalingga yaitu menciptakan masyarakat yang bertaqwa serta mewujudkan peningkatan pendidikan. Dalam kesempatan tersebut Yanuar juga menyampaikan bantuan pengadaan door prize dari Bupati Purbalingga dalam bentuk uang tunai. (sar/gt)