Madrasah Baru Harus Fastabiqul Khairat

Cilacap  – Seksi pendidikan madrasah Kan kemenag Kab. Cilacap mengadakan pembinaan dan sosialisasi Sistem Manajemen Informasi Pendidik Dan tenaga Kependidikan (SIMPATIKA ) dan Education Managemen Information System (EMIS) Kemenag . Kegiatan bagi madrasah baru  bertempat di ruang rapat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jumat (11/8).

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap diwakili oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Makmur Khairuddin. Menurut Makmur madrasah di Kabupaten Cilacap  tahun 2017 ini semakin banyak. Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan izin operasional untuk 8 madrasah baru di Kabupaten Cilacap.
“Kami sengaja mengundang madrasah baru agar bisa secepatnya tidak ketinggalan langkah dengan madrasah yang lebih lama ,” ujarnya.
Menurutnya, madrasah baru adalah tantangan. Karenanya harus berani bersaing dengan lembaga sejenis yang sudah dulu ada. Sehingga harus diniatkan sarana  fastabiqul khairat  dan harus bisa mandiri. Konsep mandiri bagi madrasah cukup penting bagi kelanjutan madrasah itu sendiri ke depan.
Dia menjelaskan, ada empat hal yang bisa dilakukan pengelola madrasah agar bisa menjadikan lembaga tersebut mandiri yaitu, pertama branding lembaga pendidikan, kedua pembangunan sistem, ketiga adanya target dan komitmen serta keempat publikasi dan aktualisasi.

Terkait Emis dan Simpatika dia menjelaskan bahwa data adalah sangat penting , namun sering kita tidak bisa mendapatkan data yang valid. Padahal data adalah modal utama keberhasilan perencanaan sebuah pekerjaan baik yang berada di swasta maupun di instansi pemerintah. Oleh karena itu dengan kegiatan ini para peserta dapat mengaplikasikan data yang valit sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang diinginkan. Sehingga dengan adanya SIM PTK online Kemenag harus ada  peningkatan mutu dengan pemanfaatan teknologi informasi terkini yang lebih cepat , mudah, akurat , akutabel dan berkesinambungan.(mp/bd)