Madrasah Harus Mampu Berkompetisi Dalam Kompetensi

Wonogiri _ Slogan "Madrasah Hebat Bermartabat" merupakan besar mimpi Kementerian Agama untuk mewujudkannya, maka potensi-potensi yang ada harus dikembangkan agar semua sumber daya manusia memiliki kompetensi dan kompetisi di bidang masing-masing sehingga madrasah bisa menebarkan prestasi dan kedamaian. Untuk menjadi hebat bermartabat, maka sudah barang tentu semua lini membekali diri mulai dari pengawas, kepala madrasah, guru, siswa dan wali murid untuk bergerak mempersiapkan diri menguasai berbagai kemampuan ilmu pengetahuan dan seni dan punya kompetensi.

Untuk seorang guru madrasah harus mampu berkompetisi dalam kompetisi, dengan  memperkuat kompetensi  yang menjadi dasar dalam membentuk diri sebagai tenaga pendidik yang baik. Kompetensi merupakan sebuah prasyarat mutlak agar guru mampu menyampaikan bahan ajarnya dengan baik dan diserap anak didiknya. Seorang guru harus mempunyai kompetensi dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah sehingga madrasah bisa menjadi lembaga pendidikan yang semakin unggul dan berkualitas.

Pernyataan tersebut di sampaikan Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Wonogiri, Sarwono dalam acara pembinaan sekaligus rapat koordinasi persiapan USBN MI  di Aula Kantor Kemenag, Selasa (20/03)  yang di selenggarakan K3MI dan di ikuti kepala MI se Kabupaten Wonogiri.

keberadaan Madrasah Ibtidaiyah (MI) menurut Sarwono sebagai salah satu sekolah yang berbasis Islam diharapkan mampu untuk terus meningkatkan kreativitas dalam upaya menciptakan generasi yang berjiwa dan berkarakter cerdas agar mendapatkan perhatian dari masyarakat.

"Kelebihan dan prestasi madrasah tersebut harus mampu menjadi daya tarik masyarakat untuk menitipkan putra/putrinya sekolah di MI, dengan bahasa lain Madrasah harus mampu berkompetisi dengan sekolah lain tetapi tetap dalam bingkai kompetensi" katanya.

Menyinggung soal penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), saat ini  masih menjadi salah satu barometer pengukur keberhasilan anak didik di madrasah selain itu juga berfungsi sebagai sarana pemetaan pendidikan yaitu dengan melaksanakan evaluasi yang harus di laksanakan dengan jujur, aman, tertib dan sukses hasil maka semua komponen madrasah harus menyukseskan hajat besar tersebut.

“USBN pada MI adalah hajat besar bagi madrasah dimana  sukses penyelenggaraan dan sukses hasilnya untuk itu perlu persiapan dan kerja keras kita bersama, namun peningkatan kualitas anak didik tetap menjadi tujuan utama dari suatu proses pembelajaran” jelas Sarwono. (mursyid_heri/Wul)