Madrasah Ibtidaul Falah Siap Ikuti UNBK dan UAMBN – BK

Kudus – Dalam rangka pengecekan kesiapan pelaksanaan simulasi 1 UNBK jenjang MA (13 – 15 November 2017) dan simulasi 1 UNBK MTs ( 20 – 21 November 2017) Madrasah Ibtidaul Falah mengadakan acara Pembinaan Guru dan Persiapan UNBK – UAMBN-BK, Ahad (12/11). Hadir dalam acara tersebut Kasi Pendidikan Madrasah, Pengurus Yayasan Ibtidaul Falah, segenap dewan guru MTs – MA Ibtidaul Falah, proktor dan teknisi UNBK madrasah.

“MTs dan MA Ibtidaul Falah Dawe Kudus  siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer ((UAMBN-BK), khusus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab,” kata Ketua Yayasan Ibtidaul Falah, Abdul Muis.

Disampaikan pula oleh Muis bahwa Yayasan Ibtidaul Falah yang menyelenggarakan pendidikan mulai jenjang RA, MI, MTs dan MA siap mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah di bidang pendidikan. Sejak tahun pelajaran 2016/2017, jenjang MTs dan MA sudah menyelenggarakan UNBK dengan lancar dan hasil menggembirakan. Tahun ini ketika ada kebijakan tentang penyelenggaraan UAMBN berbasis komputer, madrasah pun akan siap menyelengarakannya.

Pada kesempatan yang sama Kepala MA Ibtidaul Falah, Saifuddin Zuhri menyatakan sudah mempersiapkan diri dalam penyelenggaraan UNBK dan UAMBN-BK Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan menyediakan 80 perangkat komputer utama dan 6 cadangan terbagi dalam 2 ruangan laboratorium untuk memenuhi kebutuhan ujian dan merencanakan menambah lagi 20 perangkat komputer sehingga akan berjumlah 100 komputer dan cadangan sebanyak 7 komputer dan peralatan lainnya(2 server utama, 1 server cadangan, UPS 3 buah, 100 buah headset).

 Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Su’udi dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan UNBK dan UAMBN-BK merupakan salah satu bentuk respons madrasah terhadap perkembangan teknologi dan penguatan karakter siswa-siswi madrasah. Dengan berbasiskan komputer ini, akan memacu integritas, kejujuran, dan kedisiplinan siswa-siswi madrasah dalam ujian serta semakin mendorong untuk meningkatkan literasi siswa terhadap TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

“Teknologi adalah hal baru yang baik. Dan ujian adalah hal lama yang baik. Substansi ujian harus tetap dijaga dan dikreasikan dengan teknologi. Tentu saja dengan tujuan yang baik, yakni integritas, kejujuran dan kedisiplinan,” lanjutnya.

 “Semoga mulai dari simulasi 1 sampai dengan UNBK – UAMBN-BK nanti lancar tidak ada kendala teknis maupun non teknis dengan hasil yang memuaskan. Semua perlengkapan dan peralatan UNBK, baik dari segi hardware, software serta sumber daya manusianya sudah disiapkan semoga sukses perencaan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil tidak kalah dengan sekolah,” pungkas Su’udi. (s2r/bd)