Madrasah Jangan Lagi Dipandang Sebelah Mata Tapi Harus Dengan Dua Belah Mata

Jepara – Kementerian Agama Kabupaten Jepara dalam hal ini Kelompok Kerja MTs (KKMTs) 01 Jepara mengadakan Halal Bi Halal serta Silaturrahim Bersama di MTs Nurul Ilmi Bategede Nalumsari Jepara, Kamis, (12/07).

Hadir Dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Kepala MTsN 01 Bawu Jepara, Pengurus Yayasan Nurul Ilmi Bategede, Pengawas Pendidikan serta seluruh kepala madrasah yang tergabung dalam KKMTs 01 Jepara.

Secara singkat, Ketua Yayasan Nurul Ilmi Bategede Jepara, KH. Abdul Aziz, mengatakan Yayasan ini berdiri pada tahun 1952 dimana dulunya masih berstatus sebagai madrasah diniyah. Namun sekarang yayasan telah berkembang pesat dan telah menaungi beberapa lembaga pendidikan meliputi RA, MI, TPQ, MTs, MA dan Pondok Pesantren.

Sementara itu, Ketua KKMTs 01 Jepara sekaligus Kepala MTsN 01 Jepara, Umi Hanik, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya Halal bi Halal dan Silaturrahim Bersama ini.

“Kita harus bersyukur bahwa pada hari ini kita bertemu dalam acara yang mulia ini. Ini pertanda bahwa silaturrahim kita adalah silaturrahim yang diridhoi oleh Allah SWT. Dan silaturrahim ini harapannya akan membawa banyak rizki khususnya oleh shohibul bait karena telah ngayubagyo tamu dengan baik. Dan semoga bermanfaat fiddunya fal akhiroh” ujar Umi Hanik.

Umi Hanik juga berpesan kepada para kepala madrasah agar meningkatkan kinerjanya tentunya dengan cara-cara yang professional pula.

“Madrasah jangan mau lagi dipandang sebelah mata. Tapi harus dipandang dengan dua belah mata. Madrasah harus menjadi pioneer dalam pendidikan dan tidak lagi dikuasai oleh sekolah umum yang telah lama menjadi unggulan. Karena kedepannya tantangan arus globalisasi akan semakin deras dan memaksa kita untuk bekerja lebih keras pula” tegas Umi Hanik.

Senada dengan Umi Hanik, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Nor Rosyid, menyampaikan pula pentingnya meningkatkan kembali kualitas pendidikan di madrasah agar tidak ditinggal masyarakat.

“Keberhasilan suatu madrasah bergantung pada kepalanya. Kepala madrasah harus punya konsep kedepan. Di zaman sekarang ini madrasah ditantang untuk mempunyai unggulan. Jika madrasah tidak punya unggulan, maka madrasah tersebut akan mati karena ditinggal siswanya ke sekolah lain yang dirasa lebih maju karena mempunya unggulan dibanding sekolah lain” tutur Nor Rosyid.

Lebih lanjut Nor Rosyid juga menyampaikan pentingnya berkomunikasi antar elemen madrasah guna menemukan solusi tentang permasalahn yang dihadapi madrasah.

“Apabila madrasah sedang mempunyai masalah supaya tidak hanya dipikirkan oleh kepalanya saja. Ajak anggota guru yang lain untuk ikut memikirkan masalah yang terjadi. Ajak pula guru yang lain untuk ikut memikirkan masa depan madrasah. Apresiasilah guru yang bersedia bermusyawarah dengan cara pendapatnya kita hargai dan masukannya kita terima” tutup Nor Rosyid. (fm/bd)