Madrasah Sebagai Solusi Tepat Atasi Anak Malas Mengaji

Cilacap – Kerasnya pengaruh globalisasi karena perkembangan teknologi telah mengakibatkan perubahan sikap, terutama generasi muda. Salah satu yang paling kentara adalah timbulnya sifat malas mengaji, kurang tahu sopan santun dan terkadang perbuatannya tidak terpuji. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu iklhtiar menuju jalan terbaik adalah dengan menyekolahkan anak ke madrasah.

Pernyataan tersebut dilontarkan Kakankemenag Kabupaten Cilacap, Jamun, Senin (6/8) pada acara Rapat Komite Madrasah di MTs Plus Al Hidayah Kecamatan Kroya.

Menurutnya, masyarakat yang menyekolahkan anak-anaknya di madrasah memiliki banyak keberuntungan. Yakni para siswa dipastikan mendapat pembekalan ilmu agama yang memadai. Sehingga secara tidak langsung mereka sudah mengaji. Dengan mendapat pemahaman ilmu agama, maka biasanya anak akan tertarik untuk berangkat mengaji dengan sendirinya. Keuntungan selanjutnya adalah pergaulan di madrasah yang relatif cenderung lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat kepada bapak/ibu yang telah memilih madrasah untuk anak-anaknya mendapat pendidikan. Saya pastikan pilihan penjenengan sangat tepat. Berdasarkan sejarah, madrasah lahir dari, oleh dan untuk masyarakat. Justru masyarakatlah yang merasakan akan kebutuhan pendidikan yang tepat bagi anak-anaknya. Saking kuatnya akan tuntutan pemahaman ilmu agama yang cukup akibat minimnya pelajaran agama di sekolah, maka lahirlah pendidikan madrasah yang sekarang kita miliki bersama,”ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut bahwa, adalah aneh jika ada masyarakat yang dekat dengan madrasah tetapi anak-anaknya tidak sekolah di madrasah, lebih-lebih mereka beragama Islam. Jika terdapat hal yang demikian tentunya pasti ada yang tidak beres dengan keadaan tersebut. Masalah bisa timbul dari manajemen internal madrasah atau memang dia yang tidak suka dengan Ilmu agama.

Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, pihaknya berkewajiban memberikan pembinaan, baik terhadap manajemen maupun pendidik dan tenaga kependidikannya. Kegiatan pembinaan sekaligus sebagai salah satu fungsi kontrol terhadap mutu madrasah. Monitoring secara rutin digelar untuk kemudian dievaluasi. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kualitas madrasah agar selalu sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Sehingga tidak akan terjadi umat Islam yang dekat dengan madrasah tidak menyekolahkan anaknya ke madrasah.

Di akhir sambutan disebutkan, akhir-akhir ini prestasi madrasah semakin meningkat. Peningkatan diraih tidak hanya dari segi prestasi akademik, juga prestasi lainnya seperti teknologi, olahraga dan seni. Dari lima panca prestasi madrasah terdapat satu prestasi yang tidak dimiliki sekolah, yakni prestasi akhlak mulia. Dengan berbekal akhlak mulia, maka sempurnalah tujuan orang tua dalam membesarkan anak-anaknya.(On/bd)