Madrasah Sosialisasikan Pencegahan Anemia

Purbalingga – Anemia merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan yang dapat menimpa seseorang termasuk para remaja khususnya remaja putri. Melalui kerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) usaha pencegahan Anemia dapat disosialisasikan kepada para siswa di madrasah. Hal tersebut disampaikan Kepala MTs Ma’arif NU 10 Krenceng, Basrun kepada Humas Kankemenag dalam komunikasinya, Selasa (17/09) terkait kegiatan Sosialisasi Anemia Remaja Putri di madrasahnya.

Basrun menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan Sabtu (15/09) di Aula MTs Ma'arif NU 10 Krenceng dan diikuti oleh 114 siswi kelas VII, VIII dan IX beserta para guru dan karyawan. Sedangkan narasumber berjumlah 2 orang. Keduanya petugas medis Puskesmas Kecamatan Kejobong, yaitu  Nur Arifah A.Md. dan Endang Sri Rahayu, SKM.

Dalam sambutan pengarahannya Basrun berharap agar para peserta menyadari pentingnya pemahaman akan kesehatan remaja.

“Sebagai remaja putri para siswi harus mengenal dan memahami masalah kesehatan remaja. Khususnya  penyebab, bahaya dan cara penanggulangan anemia,” jelas Basrun.

Nutrisionis Puskesmas Kejobong, Nur Arifah dalam materi Anemia Remaja Putri berharap para peserta sosialisasi dapat memahami mengenai anemia sehingga berkemauan untuk mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin tanpa paksaan. Sedangkan Promkes Puskesmas Kejobong, Endang Sri Rahayu dengan materi Kesehatan Remaja menyampaikan harapannya agar para peserta berperilaku sehat dan meningkatkan pemahaman akan kesehatan pada remaja.

Salah satu guru pendamping, Dwi Yuliana menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut juga dibagikan tablet tambah darah kepada para siswi yang menjadi peserta kegiatan tersebut.

“Ini merupakan pemberian tablet tambah darah yang kedua kalinya. Yang pertama diberikan beberapa waktu yang lalu,” ungkap Yuliana. (sar/gt)