Madrasah Tidak Hanya Khusus Belajar Agama

Sragen – Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan ekspresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitik beratkan fungsi dan kemudahan produksi.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan di bidang seni, khususnya seni rupa karya siswa, MA SA An Naim Ajisoko Sukodono mengadakan ajang pameran seni bagi siswa siswinya. Pameran tersebut diaksanakan pada Hari Kamis (16/02) dan diikuti siswa kelas X dan XI di ruang kelas madrasah setempat. Guru mata pelajaran seni MA SA An Naim Ajisoko, Siti Khotijahmengatakan bahwa tujuan diadakannya pameran ini adalah Sebagai sarana pembelajaran untuk menanamkan kesadaran akan nilai – nilai keindahan pada karya seni, sebagai sarana rekreasi dan hiburan, sebagai sarana pencapaian prestasi dan sebagai sarana apresiasi.

Kegiatan tersebut antusias diikuti oleh semua siswa, hal ini terlihat dari animo dan semangat para siswa untuk ikut dalam pameran tersebut.

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Sragen saat ditemui diruang kerjanya (Selasa,21/02) mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya sampaikan apresiasi yang setingi tingginya, kegiatan seperti ini perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan masyarakat yang beranggapan bahwa madrasah hanya khusus belajar agama, selain itu untuk memberikan tempat bagi siswa yang memiliki potensi/kemampuan di bidang seni, dan agar siswa lebih bersemangat untuk menggali kemampuannya”,tuturnya (basri)