Makanan Berbahan Singkong Dilombakan

RESUME :

Mohon maaf konten berita tidak ada korelasi dengan publikasi tugas dan fungsi kemenag, esensi peran kemenag tidak muncul.

======================================================================================

Salatiga—Makanan berbahan baku singkong, kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai makanan kampung. Padahal nilai gizi dan karbohidranya tidak kalah dengan makanan lainnya. Makanan itu pun akan semakin memiliki nilai ekonomi tinggi, ketika disuguhkan dan disajikan dengan baik.

Hal itulah yang menjadi tantangan bagi peserta lomba membuat dan menyajikan makanan berbahan singkong, yang digelar Kantor Kemeneterian Agama kota Salatiga, kemarin.

Kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Kartini itu juga digelar lomba membuat hantaran lamaran perkawinan. “Lomba membuat dan menyajikan makanan berbahan singkong ini, diharapkan menumbuhkan semangat siapa saja, memanfaatkan sumber bahan makanan yang ada, yakni singkong. Ternyata singkong bisa menjadi makanan bergizi dan bernilai ekonomis tinggi bila diolah dengan baik,” ungkap Kepala Kemenag,Wuryadi, di sela-sela lomba.

Kegiatan itu juga memberkan manfaat bahwa sesuatu yang sepele (ibarat singkong) bila dikemas dengan baik, maka nilainya akan menigkat. Dalam etos kerja juga berarti bahwa, segala sesuatu hal yang kecil bila dilaksanakan dengan baik, akan menghasilkan nilai positif bagi orang banyak.

Bahan Sederhana

Demikian pula dalam lomba hantaran lamaran memanfaatkan bahan-bahan sederhana, tetapi bila disajikan dengan baik, juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sementara itu, lomba diikuti pegawai Kemenag, para guru dan karyawan Raudhatul Atfal ( RA ), Madrasah Tsanawiyah ( MTs ), Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), KUA dan lembaga lainnya di bawah Kemenag. Adapun juara 1 lomba olahan singkong diraih RA Sidorejo, juara 2 diraih MTsN, dan juara 3 diraih KUA Argomulyo. Lalu juara 1 membuat hantaran lamaran diraih KUA Sidomukti, juara 2 diraih MI Argomulyo dan juara 3 diraih Gara Kristen Kemenag. ( KK )