MAN 1 Kudus Adakan Workshop Implementasi Computer Based Test (CBT)

Kudus – Perkembangan teknologi dan informasi dewasa ini sangatlah pesat, dengan mudahnya informasi masuk melalui media terutama sosial media, sehingga sebagai seorang tenaga pendidik harus siap untuk belajar dan pengembangan diri supaya bisa mengikuti perkembangan media informasi, danĀ  teknogi, tidak ketinggalan jaman terutama dengan kecanggihan anak-anak didik kita dalam mengaksesĀ  informasi dan teknologi .

Melatar belakangi hal tersebut, MAN 1 Kudus mengadakan workshop implementasi computer based test (CBT) dalam evaluasi pembelajaran pada hari Kamis, 14 Desember 2017, bertempat di Hotel Proliman Kudus. Workshop diikuti oleh 88 peserta, yang terdiri dari 69 tenaga pendidik dan 19 tenaga pengadministrasian MAN 1 Kudus.

Tujuan pelaksanaan dari Workshop CBT adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam mengakses dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam evaluasi pembelajaran serta untuk memberikan layanan pendidikan yang efektif dan efisien. Apalagi dengan bergulirnya UNBK sehingga harapan kedepannya para tenaga pendidik dapat menggunakan teknologi dan siap untuk menjalankan paper less/ tidak menggunakan kertas. baik dalam evaluasi tengah semester maupun akhir semester.

Dalam sambutan arahannya sekaligus membuka workshop, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, menuturkan bahwa era digital dewasa ini menuntut para pendidik untuk bisa beradaptasi dan mempersiapkan diri dengan paham teknologi sehingga tidak menjadi pribadi yang gaptek/gagap teknologi.

Beliau sangat mengapresiasi agenda workshop ini dan mendukung evaluasi berbasis paper less baik dalam UNBK, maupun evaluasi pembelajaran lainnya. Sehingga harapannya proses belajar mengajar dapat lebih optimal.

Beberapa hal yang menunjang keberhasilan dalam dunia pendidikan adalah: 1. Kelembagaan, 2. Sumber Daya Manusianya khususnya tenaga pendidiknya. 3.Sarana Prasarana yang mendukung dan 4. Kesiswaan, dimana keberhasilannya sangat ditentukan oleh para tenaga pendidik dalam mengembangkan potensi peserta didiknya.

Seorang guru yang profisional harus mempunyai niat, bakat dan idealisme untuk selalu dapat mengembangkan potensi dan kemampuan anak didiknya, serta mempunyai komitmen melaksanakan tugas dan fungsinya dengan selalu memperhatikan komponen Pengembangan Profesional Berkelanjutan sehingga di era sekarang ini, dituntut untu selalu berinovasi, kreatif dengan selalu ikut serta dalam pelatihan, diklat dan publikasi karya ilmiah.

Setelah acara pembukaan, workshop dilanjutkan dengan pemberian materi baik secara teori maupun praktek langsung mengenai pembuatan perangkat tes berbasis komputer oleh narasumber pakar TIK, Faried Hermawan S.Pd. M Kom.(Eti/bd)