MAN 1 Surakarta Go Internasional

Surakarta – “World Class Madrasah“,  Inilah tema besar yang saat ini sedang digarap oleh civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) 1 Surakarta. Menciptakan sosok  madrasah yang tidak hanya berkiprah di kancah pendidikan tingkar nasional tetapi juga internasional.

Berkaitan dengan tujuan ini, bertempat di aula utama MAN 1 Surakarta telah diadakan acara pelepasan peserta Sit in Mesir dan Short Course in Pare bagi siswa kelas 12 program keagamaan. Acara yang dihelat pada senin (1/10) ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kementerian Jawa Tengah, Farhani. Selain itu juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Mustain Ahmad, orang tua siswa peserta Sit in Mesir dan Short course in Pare.

Dalam sambutannya, Slamet Budiyono, selaku kepala MAN 1 Surakarta, menyampaikan bahwa paradigma pendidikan madrasah sudah saatnya mulai berwawasan global.

“Sejalan dengan inilah, kami telah melakukan upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Di antaranya dengan membuka kerjasama dengan perguruan tinggi di Malaysia, menerapkan kurikulum cambridge, dan akan dilaksanakan oleh program keagamaan yaitu program belajar di Mesir,” kata Budiyono.

Sit in Mesir akan dilaksanakan selama satu bulan dimana siswa akan lebih memperdalam bahasa arab langsung berinteraksi dengan native. Program ini merupakan perdana diadakan dan akan dijadikan agenda resmi tahunan. Sedangkan short course in Pare merupakan kegiatan pendalaman bahasa Inggris.

Sementara itu dalam sambutannya, kepala kanwil kemenag Jawa Tengah, sangat menyambut baik kegiatan ini dan mendorong agar terus diadakan di tahun berikutnya.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dicanangkan oleh MAN 1 Surakarta, sebagai upaya untuk lebih membumikan lembaga madrasah di kancah global. Semoga kegiatan ini bisa menjadi percontohan bagi madrasah yang lain,” kata Farhani.

Sementara itu Musta’in Ahmad menyampaikan agar madrasah menjadi lembaga yang terus melakukan inovasi-inovasi agar bisa terus berkiprah dalam kemajuan masyarakat. “Karena itu salah satu visi yang harus dimiliki adalahvisi keutamaan, dimana madrasah harus bisa menjadi sahabat dan pendamping umat serta memberi solusi bagi masalah-masalah keumatan,”kata Musta’in. (rm_rma)