MAN 1 Wonosobo Berkurban

Wonosobo – Bagi umat muslim tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya berkurban atau Hari Raya Kurban yang kerap di sapa dengan Hari Raya Idul Adha. Hari raya yang di peringati setiap tanggal 10 Bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Islam, dimana hari tersebut tepat jatuh persis 70 hari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Pada tahun ini, MAN 1 Wonosobo turut merayakan Hari Raya Kurban dengan menyembelih 2 ekor sapi serta 1 ekor kambing untuk di jadikan hewan kurban yang nantinya hasil penyembelihan akan didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan. Untuk tahun ini, penyembelihan hewan kurban di laksanakan pada hari Jum’at (24/8), 2 hari setelah Hari Raya Idul Adha, menurut Kanit Keagamaan MAN 1 Wonosobo, Makruf.

“Tahun ini kami menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor Kambing, dimana hewan tersebut kami beli dari uang hasil infaq siswa dan guru/TU MAN 1 Wonosobo. Kami juga menyembelihnya usai perayaan hari raya, hanya selisih 2 Hari, karena memang tepat di hari perayaan, aktifitas Madrasah di liburkan. Selain itu kami berfikir, di hari raya sudah banyak yang berkurban juga, dan kami hanya mengantisipasi penyaluran daging kurban ke Masyarakat Kurang Mampu ini menjadi Over Load. Jadi kami distribusikan di hari ke 3 Hari Raya idul Adha,” ungkap Makruf.

Dalam Memperingati Hari Raya Idul Adha, sebanyak 410 siswa kelas 12 MAN 1 Wonosobo turut hadir guna terlibat langsung dalam kegiatan berkurban. Hal itu dimaksudkan sebagai wadah untuk  praktek penyembelihan hewan qurban kepada siswa MAN 1 Wonosobo.

“Secara teori mungkin siswa sudah sering menerima nya di bangku kelas, tapi pembelajaran akan lebih efektif jika siswa di terjunkan langsung untuk mempraktekan seusatu yang ia pelajari di lapangan. Oleh karena itu, kami sengaja melibatkan langsung para siswa ini untuk mengolah hewan qurban dari persiapan, penyembelihan, pengeletan, sampai pendistribusian ke warga kurang mampu,” terangnya. 

Pihaknya juga menambahkan, dipilihnya siswa Kelas 12 yakni dikarenakan siswa kelas 12 yang sudah mendekati masa nya untuk terjun langsung di masyarakat. 

“Biar siswa siap dan tidak gagap saja sebenarnya. Jadi pas selesai sekolah, sambil melanjutkan kuliah mereka bisa terjun langsung di masyarakat. Tentunya kami tidak membiarkan mereka praktek sendiri, kami juga menghadirkan orang yang ahli dalam hal penyembelihan dan pengeletan yang halal khususnya. Diharapkan para siswa bisa belajar banyak dan bisa diaplikasikan kelak saat terjun di masyarakat,” tambahnya.

Warsam selaku Kepala Madrasah, sangat mengapresiasi kegiatan praktek keagamaan ini.

“Selain kita bersedekah dengan berkurban, kita juga dapet tambahan belajar langsung atau praktek. Saya berharap mudah-mudahan iuran atau infaq di tahun depan bisa ditingkatkan, sehingga jumlah hewan kurban lebih banyak dan dapat dinikmati oleh lebih banyak pula warga yang membutuhkan,” ucap Warsam.

Selain itu pihaknya  juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga/instansi yang telah mengajukan proposal permohonan daging kurban namun belum semua bisa dipenuhi oleh MAN 1 Wonosobo. (ps-ws/sua)