MAN 1 Wonosobo Gelar Pagelaran Seni Tari Nguri-Uri Kabudayan Jawi

Wonosobo – Guna melestarikan budaya Bangsa, MAN 1 Wonosobo menggelar pagelaran seni tari  nguri-uri kabudayan jawi ,  sebagai ujian praktek mata pelajaran seni budaya. Pagelaran ini dilaksanakan di Gedung Haji Wonosobo, Sabtu (03/02). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 12, dan dihadiri pula Kepala Sekolah, Guru, TU, komite Madrasah serta disaksikan seluruh siswa MAN 1 Wonosobo.
.
Tampil secara perdana pada pagelaran tersebut, siswa kelas 12 AGM 1 membawakan Tema Haryo Penangsang Gugur, sebagai tema tariannya. Antusias penonton pun mulai terlihat dari sorak sorai ketika peserta tari, unjuk kelihaiannya dalam menari. Di dukung dengan kostum, serta iringan musik dan lighting yang menarik, membuat pagelaran semakin membius audiens. 
.
Pagelaran tersebut digelar setiap tahunnya dengan tema yang berbeda-beda dan untuk peserta tari juga berbeda yakni siswa yang telah duduk di bangku kelas 12. 
.
Selanjutnya guru seni budaya MAN 1 Wonosobo, Teguh Widodo berharap, pagelaran tersebut dapat memotivasi siswa untuk melestarikan budaya Bangsa ditengah terpaan era modern yang mulai menggerus nilai-nilai kearifan lokal.  
.
“Selain untuk pengambilan nilai ujian praktek, saya berharap dengan metode ini, mereka bisa menjadi penerus bangsa yang tidka lupa akan budaya bangsanya sendiri, dan terus melestarikan kebudayaan bangsanya, apa lagi di era modern seperti saat ini,” ungkap Teguh.   
.
Seperti yang diketahui, sekolah merupakan wadah untuk menanamkan pendidikan nilai pada siswanya. Dimana pendidikan nilai merupakan suatu aktivitas yang secara khusus bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai tertentu, seperti nilai religius (pendidikan agama), nilai moral (pendidikan kewarganegaraan), dan nilai estetik (pendidikan seni budaya). Dengan demikian pendidikan nilai harus menjadi bagian penting yang berperan sentral dalam jagat pendidikan. 
.
Terkait hal itu, kepala sekolah MAN 1 Wonosobo, Warsam, mengapresiasi atas pagelaran seni yang dilakukan oleh siswa kelas 12 dibawah bimbingan guru seni budaya sebagai bentuk aplikasi penanaman pendidikan nilai budaya pada siswa. 

“Pagelaran seni tari ini patut diapresiasi, karena ini adalah salah satu langkah untuk melahirkan generasi bangsa yang tahu identitas bangsanya dengan mencintai dan melestarikan budaya bangsanya,” jelas Warsam dalam sambutannya.

Selain itu, menurutnya pendidikan nilai budaya yang diterapkan di MAN 1 Wonsobo tergolong langka. Karena metode ini, belum pasti dilakukan di semua Sekolah Menengah Atas atau kejuruan bahkan Madrasah Aliyah lainnya. (PS/WS/rf)