MAN 2 Surakarta Adakan MAPS Ke-2

Surakarta – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta mengadakan kegiatan Madrasah Aliyah Performing Arts (MAPS) ke 2 di halaman sekolah, Sabtu (21/10). Acara ini dihadiri guru, karyawan dan seluruh siswa MAN 2 Surakarta serta beberapa tamu undangan.

Ketua Panitia Ricky, AS (siswa  kelas X IPA 4) dalam laporannya mengatakan, acara digelar setiap tahun ini bertujuan untuk menggali bakat seni yang terpendam terutama pada siswa siswi kelas X yang dalam proses beradaptasi belajar di MAN 2 Surakarta.

“Acara tersebut di tampilkan 10 macam kreasi seni dari berbagai macam ekstra kurikuler (ekskul) dan diklat vokasional (keterampilan) yang diadakan di MAN 2 Surakarta antara lain Paskibra, Pramuka, Seni Hadrah, Band, Tari, seni bela diri, Palang Merah Remaja (PMR), Drama disamping juga memberi kesempatan setiap kelas untuk membuka stand dalam menjual produk karya mereka seperti souvenir, aneka macam kuliner dan lain – lain,” papar Ricky.

Dalam kesempatan itu, kata dia, sengaja Panitia mengundang berbagai perwakilan dari perguruan tinggi terkenal, seperti, Universitas Gajah Mada(UGM), Universitas Negeri Diponegoro (UNDIP) Universitas Islam Negeri(UIN) Jogyakarta, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Universitas Negeri Surakarta (UNS) dan Sekolah Tinggi yang ada dilingkungan Surakarta yang masing-masing perguruan tinggi tersebut ada alumni MAN 2 Surakarta sedang kuliah di Perguruan Tinggi tersebut.

“Ini tujuannya agar siswa-siswi kelas XII bisa langsung konsultasi untuk persiapan masuk ke Perguruan Tinggi (PT) yang akan diinginkan,” ujarnya.

Dalam sambutan Kepala MAN 2 Surakarta, Slamet Budiyono, yang membuka acara MAPS 2 menyampaikan pesannya kepada seluruh warga MAN 2 Surakarta bahwa acara ini perlu terus diadakan untuk betul-betul menggali potensi yang ada pada siswa karena anak- anak dalam perkembangannya mempunyai dua potensi yaitu akademik dan non akademik.

“Lewat¬† acara ini semua bakat yang terpendam bisa disalurkan melalui even seperti ini,” tutur Budiyono.

Selanjutnya Budiyono menambahkan bahwa dalam hidup di dunia ini perlu seni dari semua segi, suatu contoh pemimpin diperlukan seni, Guru mengajar diperlukan seni, siswa belajar perlu seni, komunikasi perlu seni.

Apresiasi yang luar biasa dan ucapan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada panitia dari OSIS yang bekerja tanpa lelah dengan membuat konsep acara yang inovatif, walaupun juga tidak lepas dari saran bapak ibu guru pembina. (ma2-abc/Wul)