MAN Cilacap Menuju Adiwiyata Nasional

Cilacap – Hampir tiga tahun MAN Cilacap mencanangkan program madrasah Adiwiyata. Jerih payah dari kesungguhan program ini dengan terus melakukan pembenahan-pembenahan yang menjadikan madrsah yang nyaman, asri dan ramah lingkungan. Bukti dari kerja keras ini MAN Cilacap pada tahun 2016 dianugerahi sebagai Madrasah Adiwiyata oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Untuk meningkatkan kualitas Adiwiyata, madrasah juga melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Cilacap sebagai mitra pembina dan PLTU Karangkandri, Cilacap.

Bentuk kerja sama dengan PLTU Cilacap yaitu didatangkan mesin pengolah sampah di MAN Cilacap sebagai alat untuk mendaur ulang atau menggunakan kembali material-material yang memungkinkan. Sedangkan dari pihak BLH sebagai mitra pembina, madrasah terlibat aktif ikut melakukan reboisasi di pulau Nusakambangan oleh Tim Pencinta Alam MAN Cilacap (Mancapala).

Sebagai bentuk tanggung jawab yang berkesinambungan, tahun ini dicanangkan sebagai madrasah dengan mengembangkan budidaya  buah naga. Untuk merealisasikan gagasan, madrasah telah menanamnya disekitar kelas. Buah tersebut nantinya menjadi perhatian untuk dikaji dan dikembangkan menjadi produk unggulan seperti misalnya sebagai pewarna alami pada makanan, semir sepatu atau es krim.

Selain itu untuk menambah asri madrasah mengadakan lomba mempercantik taman pada masing-masing kelas dengan memperbaharui jenis tanaman dan variasi menanam. Seperti ditanam menggantung dengan menggunakan batok kelapa sebagai pot atau menggunakan bekas botol mineral.

Setiap seminggu sekali juga ada petugas yang mengambil sampah-sampah daur ulang untuk bisa dipilah dan digunakan lagi seperti untuk membuat pot tanaman gantung. Petugas ini terbentuk dari perwakilan organisasi ektrakurikuler dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang terdiri dua orang perwakilan.

Untuk menampung air hujan agar tidak terbuang lewat drainase, madrasah juga membuat biopori-biopori yang berjarak lima meter antar lubangnya. Genteng-genteng yang sudah tidak terpakai dimanfaatkan sebagai kolam ikan, menggabungkan plastik polybag yang ditata  sedemikian rupa untuk membuat kotak 3 x 6 x 0,75 m.

“Menurut saya Adiwiyata adalah proram yang bagus karena siswa menjadi peduli sampah dan bila tidak ada program ini taman-taman tidak terawat dengan baik”, kata Burhanuddin Kusuma, Wakil Ketua OSIM MAN Cilacap.

“Untuk menanamkan kesadaran, kami selalu mengingatkan tentang Adiwiyata setelah asma’ul husna di awal pelajaran. Membudayakan slogan “Lestari Alamku, Berseri Madrasahku” disetiap kesempatan misalkan pada pengarahan umum di aula seperti stadium general. Guru dan seluruh komponen juga dilibatkan dalam mensukseskan Adiwiyata ini!”, tutur Priyo Wahyuono selaku Waka Sarpras selaku penanggungjawab program.

“ Menghijaukan madrasah tak akan berhasil tanpa kesadaran dari semua pihak, oleh karena itu perilaku ini menjadi karakter semua manusia baik murid, guru, tenaga kependidikan dan seluruh komponennya!”, pungkasnya.(Mp/Agus S./bd)